Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, klik disini
DaerahHukum dan KriminalPendidikan

Oknum Guru Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, DPRD Tangsel Soroti Kelalaian Dinas Pendidikan

6
×

Oknum Guru Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, DPRD Tangsel Soroti Kelalaian Dinas Pendidikan

Sebarkan artikel ini

detaktangsel.com TANGSEL – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru berinisial YP (54) dinilai telah mencoreng wajah dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Aksi bejat yang diduga dilakukan YP kepada anak-anak didiknya itu sontak membuat sejumlah anggota DPRD Tangsel resah.

Pasalnya, perbuatan tidak senonoh tersebut diduga dilakukan YP terhadap anak-anak yang seharusnya berada dalam perlindungan dan tanggung jawabnya sebagai pendidik di lingkungan sekolah dasar negeri.

Fakta lain terungkap, YP ternyata pernah terseret kasus serupa pada 2011 silam saat bertugas di salah satu sekolah di kawasan Ciputat. Namun, usai peristiwa tersebut, YP justru dipindahkan dan kembali mengajar di sekolah lain di wilayah Serpong.

Kepindahan YP itu menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Tangsel, Zulfa Sungki Setiawati, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Senin (26/1/2026).

Zulfa menilai Dinas Pendidikan dan pihak sekolah seharusnya lebih peka terhadap perilaku oknum guru tersebut. Menurutnya, seseorang yang memiliki perilaku menyimpang kerap menampilkan sikap baik untuk menutupi keburukan yang dimilikinya.

“Orang yang punya perilaku buruk itu biasanya menampilkan perilaku baik supaya disukai orang-orang di sekitarnya. Tapi masa iya bertahun-tahun kita bergaul tidak peka sama sekali? Tidak mungkin kecolongan kalau kita benar-benar peduli,” ungkap Zulfa.

Ia pun mendesak Kepala Dinas Pendidikan Tangsel untuk menjelaskan secara terbuka alasan YP bisa kembali mengajar sebagai guru SD negeri meski pernah terlibat kasus serupa di wilayah Ciputat.

“Jadi saya minta kepala dinas tolong jelaskan, alasan apa sampai oknum guru ini bisa lolos dan mengajar lagi setelah kejadian sebelumnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zulfa meminta seluruh pihak tidak berdiam diri menyikapi kasus tersebut. Ia mengaku khawatir jumlah korban sebenarnya lebih banyak dari yang terdata saat ini.

“Ini sangat miris, sangat memprihatinkan, bahkan lebih besar dari kasus-kasus yang sekarang kita hadapi. Ini kasus yang menggemparkan dan bikin hati sedih dan sakit. Kalau ada, saya pengen tonjok itu orang,” ucapnya dengan nada geram.

Diketahui, hingga kini korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan YP berjumlah 26 anak. Namun, Zulfa meyakini jumlah tersebut berpotensi bertambah mengingat YP telah puluhan tahun bertugas sebagai guru.

“Mungkin korbannya bukan hanya 26 orang saja, bisa lebih. Berapa banyak anak yang mungkin terdampak dari penyakit-penyakit seperti ini,” katanya.

Zulfa pun meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menegaskan, apabila YP terbukti secara hukum melakukan tindakan asusila terhadap anak-anak, maka hukuman berat harus dijatuhkan.

“Kalau nanti terbukti, saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Bahkan kalau perlu disuntik mati,” pungkasnya.