Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, klik disini
Daerah

Imbas Hujan Tanpa Jeda Bikin Aspal Jadi Pasir, Infrastruktur Jalan di Tangsel Mulai Rontok

8
×

Imbas Hujan Tanpa Jeda Bikin Aspal Jadi Pasir, Infrastruktur Jalan di Tangsel Mulai Rontok

Sebarkan artikel ini

detaktangsel.com TANGSEL-Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam beberapa waktu terakhir, meninggalkan persoalan serius di sejumlah ruas jalan. Aspal mengelupas, permukaan jalan berubah menjadi pasir, dan licin, menciptakan ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Terutama bagi pengendara roda dua.

Di Jalan Raya Ciater, Serpong, kerusakan jalan terlihat jelas. Lapisan aspal terkikis genangan air, menyisakan butiran pasir yang membuat kendaraan rawan tergelincir, terutama sepeda motor.

“Kalau motor lagi kencang bisa kepelanting. Licin banget,” kata warga yang enggan disebut namanya, Selasa (27/1/2026).

Kondisi tersebut bukan kejadian tunggal. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DBMSDABMBK) Kota Tangsel mengakui kerusakan jalan terjadi di banyak titik, baik ruas jalan milik kota, provinsi, maupun pengembang.

Kepala Bidang Bina Marga DBMSDABMBK Tangsel, Ahmad Fatulloh, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung tanpa jeda telah menurunkan kualitas struktur perkerasan jalan.

“Air masuk ke lapisan pondasi dan melemahkan daya dukung jalan. Akibatnya muncul lubang, retak, hingga amblas,” kata Fatulloh.

Namun, hingga kini perbaikan jalan belum bisa dilakukan secara optimal. Alasannya, kondisi jalan masih basah dan tergenang air, sehingga dikhawatirkan membuat hasil tambalan tidak bertahan lama.

Sambil menunggu cuaca membaik, pemerintah kota mengklaim telah melakukan pengamanan sementara di sejumlah titik rawan untuk menekan risiko kecelakaan. Meski begitu, langkah ini dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Fatulloh berjanji perbaikan akan diprioritaskan pada ruas jalan berstatus milik Pemkot Tangsel setelah kondisi memungkinkan.

“Kami menunggu cuaca relatif membaik agar perbaikan bisa lebih berkualitas dan tahan lama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalan rusak, terutama pengguna kendaraan roda dua yang paling rentan menjadi korban.

Untuk jalan rusak yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pengembang, Fatulloh memastikan koordinasi akan segera dilakukan. Ia menegaskan kontraktor masih bertanggung jawab atas jalan yang berada dalam masa pemeliharaan.

“Tidak ada alasan untuk menunda. Jalan yang masih menjadi tanggung jawab kontraktor harus segera diperbaiki,” tegasnya.