Detak.co.id TANGSEL-Kesebelasan White Horse asal Jombang, Kecamatan Ciputat, sukses memberi pil pahit kepada tim Praja Pol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada lanjutan putaran pertama Pakujaya Cup Xl 2026. Bermain di Stadion Mini Pakujaya, Selasa (21/4/2026), White Horse menang dengan skor 3-1.
White Horse yang diperkuat mayoritas pemain muda tampil penuh determinasi sejak awal laga. Kiper Thorik tampil solid, sementara lini depan yang diisi Ilyas, Thami, Bosqi, Felix, dan Azka beberapa kali mengancam gawang Praja Pol PP Tangsel yang dikawal Firmansyah.
Praja Pol PP Tangsel yang menurunkan Sukro, Ade Gaga, Zola, dan Balak di lini tengah harus bekerja ekstra keras meredam agresivitas lawan. Bahkan, Kasatpol PP Tangsel, Dahlan, yang turut bermain harus ditarik keluar pada pertengahan babak pertama dan digantikan Karel.
Sejumlah peluang tercipta di babak pertama dari kedua tim, namun rapatnya pertahanan kedua tim serta penampilan gemilang Thorik maupun kiper Firmasnysah membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Dua peluang dari situasi sepak pojok gagal dimaksimalkan Praja Pol PP Tangsel. White Horse justru membuka keunggulan lewat sepakan melengkung Kaesar dari sisi kanan yang tak mampu dijangkau Firmansyah. Skor 1-0 untuk White Horse.
Keunggulan tersebut tak bertahan lama. Praja Pol PP Tangsel menyamakan kedudukan melalui skema bola mati. Tendangan bebas bek Praja Pol PP, Adekur berhasil disundul Ade Gaga dan mengubah skor menjadi 1-1.
Pertandingan berjalan terbuka. Kedua tim saling melancarkan serangan. White Horse kembali unggul lewat sundulan Dwi yang memanfaatkan sepak pojok Thami. Skor berubah menjadi 2-1.
Petaka bagi Praja Pol PP Tangsel datang di masa tambahan waktu. Khaisar yang lolos dari jebakan offside sukses menuntaskan peluang dan memastikan kemenangan White Horse 3-1, bersamaan dengan peluit panjang wasit Beben Hasyim.
Kekalahan ini seolah menjadi pilbpahit bagi Dahlan yang dijadwalkan menjalani serah terima jabatan (sertijab) sebagai Kasatpol PP Tangsel pada Rabu (22/4/2026). Namun Dahlan menyebut keikutsertaan tim nya pada Pakujaya Cup kali ini sebagai ajang berbaur bersama masyarakat.
“Keikutsertaan Pol PP Tangsel di Pakujaya Cup ini bertujuan untuk berbaur dan bermasyarakat melalui sepak bola,” ujar Dahlan usai laga.
Ia mengakui kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi internal. “Ini jadi introspeksi kami. Artinya masih banyak kekurangan, baik dari kekompakan maupun kebersamaan. Kita sama – sama akan evaluasi,” jelasnya.
Dengan kemenangan ini, White Horse memastikan diri lolos ke babak 32 besar Pakujaya Cup 2026. Tim yang dimanajeri Jefry itu akan menghadapi pemenang laga antara Bright Parking FC kontra HBB Boy.
“Kami tidak mengubah komposisi pemain. Target kami bermain fun saja karena ini debut White Horse di Pakujaya Cup,” kata Jefry.
Sementara itu, laga menarik lainnya akan tersaji Rabu (22/4/2026). Komentator Pakujaya Cup, Wahyu Ardiansyah, menyebut laga antara Denis Gaida Raska (DGR) dari Pondok Aren melawan Calling FC dari Kembangan, Jakarta Barat, sebagai “final prematur”.
“Kedua tim akan menurunkan skuad terbaik demi lolos ke babak berikutnya,” ujar Wahyu melalui pengeras suara stadion.





















