Menelusuri Sejarah Typologi Batu Nisan Yang Ada di Tangerang Selatan dan Banten Part.2

Menelusuri Sejarah Typologi Batu Nisan Yang Ada di Tangerang Selatan dan Banten Part.2

Detaktangsel.com, OPINI -- Jika kita mencermati beberapa batu nisan yang banyak bersebaran di wilayah Banten dan sekitarnya, mulai dari makam para Sultan2 Banten dan kerabatnya yang ada di area masjid Banten sampai ke perbatasan Bogor (Tenjo, Jasinga, Lewiliyang, Parung Panjang), dan Tangerang Selatan, maka kita akan menjumpai beberapa tipe batu nisan bergaya abad 17 dan 18. Hal ini tentunya berkaitan erat dng pengaruh Banten yang saat itu sebagai pusat perniagaan dan jalur pelabuhan terbesar di Nusantara setelah Goa Talo di Makasar berhasil di kalahkan VOC. Banyak para pelancong berdatangan ke Banten dan menetap di wilayah ini sampai akhir hayatnya.

Kelangkaan Prosesi Pernikahan Betawi Tangerang Selatan (Betawi Ora) Tempo Doeloe

Kelangkaan Prosesi Pernikahan Betawi Tangerang Selatan (Betawi Ora) Tempo Doeloe

Detaktangsel.com, OPINI -- Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya, Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,supaya kamu tentram kepadanya. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda bagi kaum yang berpikir. (Ar-Ruum :21).

Bagaimana Menjadi Seorang Penulis Sejarah

Bagaimana Menjadi Seorang Penulis Sejarah

Detaktangsel.com, OPINI -- Belajar menulis dan membaca sejarah tidak bisa hanya dimaknai secara deduktif. Sejarah berkaitan erat dengan sebuah tragedy. Baik itu kemanusian maupun rasio sosio politik. Untuk itu kita harus cermat mendulangnya dalam kerangka nalar imajiner kita. Karna semua yang tertulis dalam sejarah erat kaitannya dengan kepentingan individu dan golongan.

Perang Banten vs Cirebon (Peristiwa Pagarage) Part.2

Perang Banten vs Cirebon (Peristiwa Pagarage) Part.2

Detaktangsel.com, OPINI -- Dikarenakan adanya tekanan yg terus menerus dari Mataram inilah yg akhirnya membuat Pangeran Martasari didampingi Ngabehi Panjangjiwa langsung memimpin 60 armada kapal perang menuju Banten. Tujuannya tak lain adalah memaksa Banten untuk tunduk kepada Mataram melalui jalur peperangan. Karena menurut Cirebon posisi dan kedudukan Banten sejak Sultan Cirebon ke-2 Syarif Hidayatullah menaklukkan Banten, posisi Banten hanyalah sebuah wilayah Kadipaten di bawah kekuasaan Kesultanan Cirebon.

Perang Banten vs Cirebon (Petistiwa Pagarage) Part.1

Perang Banten vs Cirebon (Petistiwa Pagarage) Part.1

Detaktangsel.com, OPINI -- Sebagian masyarakat kita mengenal bahwa Banten dan Cirebon adalah saudara tua. Segala hal yg berkaitan dengan urusan agama, sejarah, budaya dan trah selalu dihubung-hubungkan bak sebuah amplop dan perangko yg tak perna terpisahkan. Seolah tak ada cela pertikaian dan kemelut yg terjadi di antara keduanya.

Seri Cerita Rakyat Pamulang "Ki Rebo" (Pemimpin Bijaksana yang disegani Rakyatnya)

Seri Cerita Rakyat Pamulang "Ki Rebo" (Pemimpin Bijaksana yang disegani Rakyatnya)

Detaktangsel.com, OPINI -- Pada zaman dahulu ketika pemerintahan VOC baru saja berakhir dan digantikan dengan Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1799. Terjadi kekacauan yang luar biasa di wilayah Batavia dan sekitarnya. Hal itu dipicu oleh maraknya kasus korupsi dan hutang negara yang cukup banyak ditinggalkan oleh pegawai-pegawai VOC. Dan untuk menutupi kekosongan kas negara yang demikian besar jumlahnya, pada tahun 1808 Perancis yang kala itu baru saja menaklukan Belanda, melalui Rajanya Napoleon Boneparte menunjuk Deandels menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Tujuannya adalah tak lain untuk menutupi kekosongan kas negara dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang memberatkan rakyat.

Kabar dari Pondok Betung

Kabar dari Pondok Betung

Detaktangsel.com, OPINI -- Pondok Betung adalah sebuah Desa termakmur di jaman pemerintahan Hindia Belanda yg skg masuk dlm di wilayah Kec. Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Veteran Perang Belanda Yang Mendapat Tempat di Hati Sultan Banten

Veteran Perang Belanda Yang Mendapat Tempat di Hati Sultan Banten

Detaktangsel.com, OPINI -- Jika kita berjalan-jalan ke daerah Banten maka tak lengkap rasanya jika kita tidak mengunjungi salah satu peninggalan sejarah keemasan Kesultan Banten di abad ke 16 yaitu Masjid Banten. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Banten Pertama, Maulana Hasanudin pada tahun 1566 M, sekaligus juga merupakan satu-satunya warisan Kesultanan Banten yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Namun tahu kah kita dibalik keindahan arsistektur bagunan bergaya Jawa, Eropa dan Cina itu ada keterlibatan seorang veteran perang Belanda yang konon dikabarkan telah memeluk ajaran Islam?

Ilustrasi gambar: Agam Pamungkas

Cerita Rakyat Pamulang "Ki Sinar Pemulang" (Darah Mataram memerah di langit Pemulang)

Detaktangsel.com, OPINI -- Pada zaman pemerintahan Belanda, ketika VOC menguasai hampir seluruh wilayah nusantara, di daerah Pemulang tinggalah sepasang keluarga di pinggiran kali, Rawa Bebek. Aktifitas sang suami sebagai petani, sedangkan istrinya ikut membantu suaminya jika berjualan hasil panen ke, Gunung Putri. Dimana terdapat banyak pekerja kebun yang didatangkan jauh-jauh dari Eropa, Srilangka, Cina, Ambon, Makasar dan Bali oleh tuan-tuan tanah pemilik lahan perkebunan, eigendom verponding.

Pamoelang of Pondok Benda

Pamoelang of Pondok Benda

Detaktangsel.com, OPINI -- Apa yang membuat Pamoelang of Pondok Benda menjadi kawasan 'zorgvliet' di tapal batas Batavia dan Meester Cornelis saat itu?
Ternyata salah satu penyebabnya adalah hasil perkebunannya.
Dalam catatan Der Partikuliere Lenderijen Batavia 1871, jauh sebelum Abraham van Riebeeck dan Majoor Saint Martin pengusaha perkebunan terbesar di wilayah selatan Batavia mengenalkan tanaman kopi di Jawa Barat, uji coba tanamannya terlebih dahulu dilakukan di wilayah Pamoelang of Pondok Benda yang berbatasan langsung dengan Tjileduk.

Page 1 of 3
Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online