Sepenggal Kisah dari Pondok Betung

Sepenggal Kisah dari Pondok Betung

Detaktangsel.com, OPINI -- Pondok Betung adalah sebuah Desa termakmur di jaman pemerintahan Hindia Belanda yang sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Pondok Betung atau sebutan Belanda dengan Pondok Petoeng, adalah salah satu Land terbesar di wilayah Batavia saat itu. Sebelah Barat berbatasan dengan Land Tjiledoek, sebelah Utara Kebayoran, sebelah Timur Simplisitas, sebelah Selatan Tjipoetat.

Akan halnya Pamoelang dan Tjiputat yang saat itu berada di wilayah administrasi Buitenzorg, Pondok Betung justru masuk ke dalam wilayah administratif Meester Cornelis distrik Kebayoran dengan luas wilayah saat itu mencapai 3000 bouws atau setara dng 4.260 Ha. Maka tak heran Land ini adalah Land terbesar di wilayah Distrik Kebayoran setelah Tjiledoek dan Simplisitas (Lebak Bulus) dengan jumlah Desa terbanyak di wilayahnya.

Terhitung ada 23 desa masuk dalam wilayah Landhuis Pondok Petoeng, antara lain: Pondok Aren, Jurang Mangoe, Pondok Djati, Pondok Randji, Bintaro, Pladen, Tjampaka Poetih, Peninggilan, Paninggarang, Larangan, Paboearan, Pondok Blimbing, Tegal Rotan, Sawah, Pisangan, dll. (Regeerings Almanak Nederlandsch Indie. 1903).

Wilayah makmur dengan populasi penduduk 4891 jiwa ini adalah merupakan jumlah penduduk terbesar di wilayah distrik Kebayoran saat itu. Kawasan ini juga merupakan lahan partikelir yang dikuasai oleh seorang Pengusaha Arab, Said Abdullah bin Aloei Alatas. Dan segala penanganan administrasi sewa jualnya dipercayakan kepada saudaranya Said Aboebakar Alatas. Komoditi unggulan lahan partikelir Pondok Petoeng saat itu adalah : Genta, Padi, dan Kopi. (Particuliere Landerijen Batavia. 1901.Hal.446

Note : pertanyaan saya, kenapa bukan Pondok Betung yang jadi nama Kecamatan sekarang ya ?
Hmmmm...

Wallahu a'lam bishawab
Semoga Manfaat

#Padepokan Roemah Boemi Pamoelang
#HISTORIA Tangsel
01 Agustus 2022

Oleh: Agam Pamungkas Lubah

Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online