Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, klik disini
DaerahKesehatanSerpong

Kali Jaletreng Diduga Tercemar Usai Kebakaran Pabrik Pestisida, Pemkot Tangsel Turunkan Tim DLH

9
×

Kali Jaletreng Diduga Tercemar Usai Kebakaran Pabrik Pestisida, Pemkot Tangsel Turunkan Tim DLH

Sebarkan artikel ini
Kali Jaletreng Diduga Tercemar Usai Kebakaran Pabrik Pestisida, Pemkot Tangsel Turunkan Tim DLH, foto:(Tangerangselatankota)

TANGSEL, detaktangsel.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat merespons dugaan pencemaran Kali Jaletreng yang berubah warna menjadi putih pekat pascakebakaran hebat di sebuah pabrik pestisida. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan langsung menerjunkan tim teknis ke lapangan guna memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif demi melindungi ekosistem dan kesehatan warga.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa penanganan dampak lingkungan ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini.

Menurutnya, koordinasi lintas sektoral telah diinstruksikan untuk memastikan sumber pencemaran segera teratasi.

“Kami memahami kecemasan masyarakat terkait kondisi Sungai Jaletreng saat ini. Tim dari Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan pada DLH Tangsel telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi dan mengambil sampel air guna dilakukan uji laboratorium secara mendalam,” ujar TB Asep Nurdin dalam keterangannya, Senin (10/2/2026).

Asep menjelaskan bahwa tim di lapangan tidak hanya sekadar meninjau, tetapi juga memetakan sejauh mana polutan telah menyebar di sepanjang aliran sungai.

Ia menekankan pentingnya akurasi data laboratorium sebelum pemerintah mengambil tindakan pemulihan lebih lanjut.

“Langkah pengambilan sampel ini krusial. Kami harus memastikan kandungan apa saja yang masuk ke aliran sungai akibat sisa-sisa pemadaman atau dampak langsung dari material pestisida yang terbakar. Semuanya harus berbasis data ilmiah agar penanganannya tepat sasaran,” kata Asep.

Asep menambahkan bahwa Pemkot Tangsel sangat menaruh perhatian pada aspek kemanusiaan dan keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai.

Ia meminta warga untuk kooperatif dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

“Fokus kami adalah keselamatan warga. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di sepanjang aliran Sungai Jaletreng agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sungai, baik itu mencuci, memancing, atau kegiatan lainnya, hingga ada pernyataan resmi mengenai status keamanan air,” tuturnya.

Meski situasi saat ini sedang dalam penanganan, Asep menjamin bahwa pemerintah akan bersikap transparan mengenai perkembangan kualitas air di Sungai Jaletreng.

Pihaknya berjanji akan segera mengumumkan hasil uji laboratorium tersebut kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.

“Kami sedang bekerja secepat mungkin. Hasil dari uji laboratorium akan segera kami informasikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan kepastian. Kami berkomitmen untuk terus memantau kondisi ini sampai aliran sungai benar-benar kembali normal dan aman bagi lingkungan,” pungkas Asep.

Saat ini, personel dari DLH Tangsel masih terus bersiaga di lokasi untuk memantau pergerakan polutan, sementara pihak kepolisian dan pemadam kebakaran terus mengamankan area bekas pabrik guna mencegah adanya kebocoran zat kimia tambahan ke saluran air warga.