Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, klik disini
Daerah

Segini Jumlah Pestisida yang Terbakar di Gudang Taman Tekno BSD Hingga Cemari Sungai

10
×

Segini Jumlah Pestisida yang Terbakar di Gudang Taman Tekno BSD Hingga Cemari Sungai

Sebarkan artikel ini
Petugas DLH Tangsel bersama warga pantau aliran sungai yang tercemar akibat gudang pestisida di Taman Tekno terbakar pafa Senin lalu.

detaktangsel.com TANGSEL-Bahan baku pestisida yang terbakar di gudang penyimpanan kawasan Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mencapai belasan ton. Kebakaran tersebut berdampak pada pencemaran lingkungan, khususnya aliran sungai di wilayah sekitar.

Manajer Operasional PT Biotek Sarana Tama, Lucky Hasan, mengatakan bahwa jumlah bahan baku pestisida yang tersimpan di dalam gudang diperkirakan mencapai 10 hingga 15 ton dan seluruhnya ludes terbakar.

“Kalau di dalam sekitar 10–15 ton. Tapi tidak semuanya berbentuk cair, ada juga yang padat, campur,” ujar Lucky kepada wartawan di lokasi, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, produk pestisida tersebut biasa digunakan oleh perusahaan jasa pembasmi hama (pest control) untuk serangga seperti nyamuk, kecoa, rayap, dan lainnya. Bahan baku itu merupakan produk impor dari China yang akan didistribusikan ke wilayah Jabodetabek.

“Iya, produk impor dari China untuk bongkar muat pengiriman ke wilayah Jabodetabek,” jelasnya.

Menurut Lucky, pencemaran lingkungan terjadi setelah proses pemadaman kebakaran menggunakan air. Air bercampur zat pestisida mengalir ke saluran dan sungai di sekitar lokasi, menyebabkan ikan mabuk hingga mati.

“Enggak tahu apakah airnya langsung berubah warna, tapi setelah beberapa waktu warnanya kembali cokelat. Yang jelas ikan-ikan pada mabuk,” ungkapnya.

Terkait upaya penanganan pencemaran, pihak perusahaan masih menunggu arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup mengenai perlu atau tidaknya penyebaran bahan penetralisir.

“Bentuk penetralisirnya serbuk padat atau absorben. Tapi berdasarkan pengecekan di beberapa titik, sudah tidak terlihat pencemaran karena terbawa aliran air. Memang tidak banyak, cuma karena ikan mati dan sempat ada perubahan warna air,” katanya.

Diketahui, kebakaran gudang penyimpanan pestisida tersebut terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 04.25 WIB. Dampak kebakaran meluas hingga ke daerah aliran sungai.

Air Kali Jaletreng di Serpong sempat berubah warna menjadi putih. Banyak ikan mati dan diambil oleh warga sekitar. Pencemaran bahkan mencapai hilir Sungai Cisadane, menyebabkan ribuan ekor ikan berbagai jenis mabuk.

Warga di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk menangkap ikan. Sementara itu, PDAM Tirta Benteng sempat menghentikan sementara produksi air bersih akibat tercemarnya sumber air baku. Namun, menurut Lucky, kondisi saat ini sudah berangsur normal.

“Intinya semua sudah terkendali. PDAM juga sudah menyatakan normal, jadi untuk treatment lanjutan dari lingkungan hidup masih dipertimbangkan apakah perlu atau tidak,” pungkasnya.