Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, klik disini
Daerah

Kebakaran Gudang Pestisida Tangsel Cemari Aliran Sungai hingga Ikan Mati

16
×

Kebakaran Gudang Pestisida Tangsel Cemari Aliran Sungai hingga Ikan Mati

Sebarkan artikel ini
Petugas Damkar Tangsel dilokasi gudang pestisida yang terbakar di Taman Tekno.

detaktangsel.com TANGSEL- Kepulan asap putih berbau menyengat akibat kebakaran gudang penyimpanan pestisida milik PT Biotek Sarana Tama di kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya berhasil dipadamkan pada Selasa siang.

Asap mulai berangsur mereda sekitar pukul 12.27 WIB setelah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel menyiram titik sumber kebakaran menggunakan material pasir. Sekitar setengah jam sebelumnya, satu unit truk engkel membawa pasir ke lokasi kejadian.

Petugas pemadam tampak saling mengoper pengki berisi pasir untuk menutup sumber api. Langkah tersebut dilakukan karena material kimia tidak dapat dipadamkan menggunakan air atau busa pemadam.

“Sudah berhasil padam. Untuk bahan kimia, pemadaman memang lebih efektif menggunakan pasir, karena jika memakai air atau foam justru berpotensi memicu ledakan,” ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Omay Komarudin, Rabu (11/2/2026).

Diketahui, kebakaran terjadi pada bangunan gudang penyimpanan pestisida sekitar pukul 04.30 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Selain menimbulkan kepulan asap beracun, peristiwa ini juga memicu pencemaran lingkungan. Cairan pestisida dilaporkan mengalir ke anak kali yang bermuara ke Sungai Cisadane, wilayah Serpong. Aliran air berubah warna menjadi putih dan menimbulkan bau menyengat.

“Baunya seperti minyak tanah atau bensin,” ujar Nur, salah seorang warga di sekitar lokasi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel membenarkan adanya pencemaran tersebut. Menurut Hadiman dari Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, perubahan warna dan bau air berasal dari cairan kimia di lokasi kebakaran.

“Benar, itu berasal dari cairan kimia di gudang pestisida yang terbakar. Saat proses pemadaman, cairan tersebut terbawa air dan mengalir ke anak kali,” jelasnya.

Hadiman menambahkan, gudang tersebut hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan tidak melakukan aktivitas produksi.
Sementara itu, pascakejadian, warga menemukan banyak ikan mengambang mati di aliran kali yang sempat tercemar.

Ikan-ikan tersebut diduga mati akibat terpapar zat kimia berbahaya dari gudang pestisida.
“Ikan-ikan itu tidak boleh dikonsumsi karena sudah terpapar bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan,” tegas Omay Komarudin.