Print this page

Demam Batu Akik, Hermanus Manafe Habiskan 300 Jutaan

Hermanus Manafe saat menunjukan koleksi batu akik miliknya, (15/06) Hermanus Manafe saat menunjukan koleksi batu akik miliknya, (15/06)

detaktangsel.com PAMULANG - Demam Batu Akik di Indonesia tak mengenal lapisan masyarakat, seperti halnya, Hermanus Manafe (65) warga Gg. Anggrek, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan yang selalu tampil eksentrik. Sekitar 70 hingga 80 biji batu akik menempel di tubuhnya. Ada puluhan cincin batu akik yang dia pakai terdiri dari kalung liontin hingga beberapa gelang. Senin, (15/06/2015).

Hermanus Manafe, meski baru setahun menggemari batu akik, Herman sudah mengoleksi sekitar 750 batu akik dari berbagai macam daerah. "Ada 500 cincin batu dan sekitar 250 liontin." katanya.

Menurut Hermanus, dirinya menghabiskan sekitar Rp 300 juta untuk mengoleksi semua batu yang dia koleksi. "Anak-anak dan istri tak masalah saya koleksi banyak batu." kata Herman.

Hermanus mengutarakan, tak ada masalah bagi keluarga atas dana yang dia habiskan untuk mengoleksi batu. "Bagi istri dan anak-anak yang penting bapaknya senang," Ujar Herman.

Sebagian besar keluarga tak ada yang mengikuti kegemaran Herman mengoleksi batu. Herman yang merupakan pensiunan pengacara itu, kini kerap menerima ajakan foto saat berada di keramaian.

Pria penggila batu akik itu memang kerap muncul di beberapa kegiatan pameran atau tempat gosok batu akik di kawasan Tangerang Selatan.

Di situ dia meladeni ajakan foto bersama. Baik sesama penggemar batu akik, maupun warga yang sekedar kagum dengan penampilan nyeleneh Herman. Ada orang dewasa maupun anak-anak.

Herman memamerkan sejumlah batu yang dia kenakan. Tampak di antaranya batu jenis Phyrus, Bacan, Blue Saphire, Raflesia hingga batu Pancawarna dari Garut.

"Hampir semua batu di Indonesia sudah saya koleksi, batu dari NTT juga saya punya," ujarnya. Namun ada batu yang belum dimiliki Herman. "Batu Merah Delima apa sudah punya ?." Ujarnya.

Merah Delima terbilang batu langka dengan sederet mitos mistis. "Wah kalau itu tak mungkin. Saya belum punya," kata Hermanus Munafe.

Related items