Mengherankan, Kantor DBMTR Provinsi Banten Seperti 'Rumah Elit'

Ruang Kerja Kepala DBMTR Provinsi Banten Ruang Kerja Kepala DBMTR Provinsi Banten

detaktangsel.com SERANG - Perjalanan jauh dari ujung Timur Selatan wilayah Provinsi Banten ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dan ke Kantor Dinas Bina Marga Tata Ruang (BMTR) Provinsi Banten di kawasan Ciceri Kota Serang untuk tugas jurnalistik, akhirnya hanya kembali tanpa hasil apapun.

Mengherankan memang, bila sebuah kantor pelayanan masyarakat diciptakan seperti sebuah perumahan elit pribadi, dengan pagar besi yang cukup tinggi. Seolah-olah menjadi markas boss Narkoba di negara Amerika Latin.

Namun celakanya, ketika sudah masuk ke dalam lingkungan kantor Dinas tersebut justru seakan masuk ke sebuah kawasan kuburan keramat. Entahlah, apa yang sesungguhnya terjadi di Dinas BMTR Provinsi Banten. Yang pasti, "para penjaga kuburan" pun seakan tak peduli (untuk melayani) kepada siapa pun yang datang dengan kepentingannya masing-masing.

Disamping wartawan yang hendak melaksanakan tugas jurnalis (liputan khusus) seputar persoalan infrastuktur jalan dan jembatan di Kota Tangerang Selatan yang menjadi kewenangan DBMTR, juga ternyata pihak lain pun merasa sangat dikecewakan oknum pegawai DBMTR, yang menurutnya tidak punya etika dan tata krama.

Adalah dua orang ibu-ibu paruh baya yang mengaku dari pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Banten bernama Ibu Neng dan Ibu Sarinah menyampaikan bahwa keduanya sepulang dari Jakarta mengantar surat ke Andika Hazrumy di DPR-RI langsung menghadap Kadis DBMTR.

"Kami disuruh nunggu dari jam 11an tadi, sampai hampir jam 14.00 WIB belum juga ketemu Pak Kadis," ungkapnya membuka obrolan dengan wartawan di ruang tunggu Kadis DBMTRR, Jumat (5/11).
Merasa kesal karena 'dikerjain' staf pegawai DBMTR, kedua Ibu tersebut pun sontak meluapkan kemarahannya.

"Kami datang kesini bukan mau minta-minta. Kami disuruh menunggu berjam-jam, kurang ajar banget. Masa orangtua dikerjain begini. Disuruh nunggu, eeh malah pintu kantor ditutup dan semua orangnya ngilang entah kemana," sengat kedua Ibu paruh baya tersebut.

"Memang mereka keluar lewat pintu mana ?," lanjutnya setengah bertanya kepada wartawan yang ada di depannya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online