Prajurit Ukraina Ungkap Sulit Bergerak karena Ranjau Darat Rusia

Tentara Ukraina mengisi ulang senjata selama latihan militer di kamp pelatihan di tengah perang Rusia-Ukraina di Donetsk, Ukraina pada 11 Mei 2023. Bentrokan paling intens di negara itu berlanjut di Donetsk. (Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency) Tentara Ukraina mengisi ulang senjata selama latihan militer di kamp pelatihan di tengah perang Rusia-Ukraina di Donetsk, Ukraina pada 11 Mei 2023. Bentrokan paling intens di negara itu berlanjut di Donetsk. (Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)

detaktangsel.com WOOW -- Upaya Ukraina untuk merebut kembali wilayah yang diduduki oleh Rusia mengalami hambatan yang signifikan. Salah satu tantangan utama yang memperlambat kemajuan pasukan Ukraina adalah penggunaan senjata sederhana, yakni ranjau darat.

Ranjau darat sudah dikenal sejak lama dan telah memainkan peran penting dalam konflik seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Pada dasarnya, ranjau adalah perangkat peledak yang tersembunyi di bawah tanah dan dirancang untuk meledak ketika ada tekanan atau sentuhan oleh individu atau kendaraan.

Penggunaan ranjau ini menjadi umum dalam konflik pada abad ke-20 dan masih menjadi ancaman mematikan bagi tentara dan warga sipil sampai sekarang.

"Ranjau darat adalah momok. Dalam pandangan saya, ini adalah senjata paling menakutkan," ungkap Artyom, seorang prajurit berusia 36 tahun dari Brigade Pertahanan Teritorial ke-108 Ukraina, seperti yang dilaporkan oleh BBC.

Seorang rekannya bahkan mengalami luka parah setelah menginjak ranjau darat yang dipasang oleh pasukan Rusia. "Kami adalah tentara yang berpengalaman, tetapi sulit untuk menghindari semuanya. Dua rekanku kehilangan kaki mereka akibat ranjau. Dalam setiap pertempuran, selalu ada korban yang jatuh karena ranjau," tambahnya.

Pejabat Ukraina mengungkapkan bahwa pasukan Ukraina menghadapi zona yang dipenuhi ranjau yang dijaga ketat oleh pasukan Rusia, dengan kepadatan mencapai lima ranjau per meter persegi ketika pasukan Ukraina melakukan serangan. Oleksiy Danilov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, menggambarkan pemasangan ranjau oleh Rusia sebagai tindakan yang sangat ekstrem.

"Prioritas utama kami adalah melindungi nyawa para prajurit di garis depan. Kami harus menyadari bahwa musuh telah mempersiapkan diri secara ekstensif, dengan memasang ranjau di berbagai wilayah yang luas," tegasnya, seperti yang dilaporkan oleh CNN.

"Idealnya, terdapat 3-4-5 ranjau per meter persegi. Bayangkan betapa rumitnya tugas untuk membersihkannya agar pasukan militer kami dapat bergerak dengan aman setelahnya," sambung Danilov.

Ukraina sebenarnya telah menerima bantuan berupa kendaraan penyapu ranjau dari negara-negara di barat. Namun, jumlah ranjau yang telah dipasang oleh pasukan Rusia begitu besar sehingga upaya pembersihan tetap berjalan sulit. (Aip)

Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online