Minim Anggaran Dari KONI, Cabor Bingung Tapi Tetap Semangat

detaktangsel.com CIPUTAT - Perhelatan Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Kota Tangerang Selatan sebagai hajat empat tahunan KONI Tangsel terus bergulir, meskipun di sana sini memunculkan catatan khusus.

Setiap cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan/diperlombakan mencoba tetap konsisten melaksanakan agenda PORKOT di venue yang telah dipersiapkan panitia pelaksana.

Ki Nara  Minim Anggaran Perlombaan Tetap Jalan 4

Dalam liputan khusus detaktangsel.com dalam kegiatan PORKOT 2016 di beberapa Cabor, kendala sarana, prasarana dan anggaran kegiatan menjadi topik terhangat.

Minimnya ketersediaan sarana, prasarana, dan anggaran yang disiapkan KONI Kota Tangsel, bagi panitia pelaksana (Panpel) perlombaan cabang sepeda misalnya, seakan menjadi menjadi tantangan tersendiri.

Ki Nara  Minim Anggaran Perlombaan Tetap Jalan 2

Menurut Nara, salahsatu Panpel cabang sepeda yang juga Ketua Bidang Bina Prestasi Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Tangerang Selatan, bahwa dalam acara PORKOT memang fokusnya untuk warga Tangsel, khususnya remaja untuk dikembangkan menjadi pembalap-pembalap kelas elit melalui pembinaan yang fokus dan intensif bagi para remaja.

"Namun demikian, untuk melaksanakan perlombaan sepeda itu biayanya cukup tinggi. Kita perlu penutupan jalan, kita perlu pengalaman dan pengaturan jalan bagi masyarakat oleh pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan lain-lain. Karenanya, kalau hanya untuk satu kegiatan PORKOT saja disayangkan," ungkap pria 71 tahun.

Ki Nara  Minim Anggaran Perlombaan Tetap Jalan 3

Nara menambahkan, dalam sebuah kegiatan termasuk dalam sebuah perlombaan, mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi mutlak diperlukan. Di cabang olahraga sepeda misalnya, menurut Nara, para eksekutif maupun masyarakat umum yang dulunya kurang menyukai kegiatan bersepeda perlu diajak.

"Andai kata para orangtua menyukai olahraga sepeda, maka anak-anaknya pun akan diajak dan fasilitasnya dengan dibelikan sepeda," ungkapnya dengan penuh semangat.

Nara berkeyakinan, kecintaannya orangtua pada olahraga sepeda menjadi kondisi yang sangat baik untuk mengembangkan olahraga sepeda di kalangan anak-anak dan remaja. "Peran orangtua sangat penting untuk mendukung prestasi seorang anak," imbuh Nara.

Dalam hal keterbatasan anggaran misalnya, maka peran serta masyarakat pun menjadi penting.

"Alhamdulillah, dengan adanya peran serta masyarakat, khususnya yang mencintai olahraga sepeda, kegiatan perlombaan cabang sepeda dapat dilaksanakan dengan sarana dan prasarana yang ada milik pribadi atau pun pengusaha, seperti halnya partisipasi dari pihak pusat kuliner The Spring Ciputat yang masih memiliki lahan terbuka cukup luas dengan track cross country yang sangat bagus. Partisipasi masyarakat itu penting," papar pria 71 tahun dengan semangat 17 tahun.

Menurutnya, dalam hal pembinaan atlet pun memerlukan dana. Tidak cukup kalau hanya mengandalkan dari pemerintah, partisipasi masyarakat khususnya para pencinta olahraga diperlukan. "Karena pembinaan tidak hanya sebulan dua bulan, tapi berlangsung terus menerus tanpa batas waktu, hingga batas waktu kapan dia berhenti sebagai atlet, itu pun semua kita biayai, dan tidak mungkin mengandalkan pemerintah 100 persen," terangnya lagi.

Sementara itu, Margono pelatih atlet sepeda menambahkan, proses pembinaan dibantu oleh beberapa komunitas. Menurut pengalamannya, kalau hanya mengandalkan pemerintah akan cukup sulit menciptakan prestasi. "Jadi, perlu kolaborasi antara pemerintah dan swasta sebagai sponsor dalam kegiatan pembinaan, khususnya untuk meningkatkan potensi dan prestasi anak-anak," terang Margono.

Sebagai pelatih, Margono menekankan perhatian para calon atlet untuk mengenali sepeda yang akan digunakan. "Jangan sampai kalau sudah dewasa salah arah. Awalnya harus mengenal sepeda dengan benar dan naik sepeda yang benar. Jangan sampai sudah dewasa baru dibenahi. Kalau dasar melatihnya salah maka akan susah dibenahi," ungkapnya.

« December 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

Cuaca

Jakarta, Indonesia
Clear
27.2°C (30°C 23°C)

Go to top