Soal Demokrasi, Dibedah Dalam Buku Moralitas Republikan

Antasari Azhar saat konferensi pers Antasari Azhar saat konferensi pers

detaktangsel.com SERPONG-Demokrasi saat ini sudah menyimpang dari yang dicita-citakan. Atas kondisi ini demokrasi harus diluruskan. Untuk itu, soal demokrasi dibahas dalam isi buku Moralitas Republikan karya Willy Adiyta di Serpong, Kamis (10/11/2016).

Penulis buku Moralitas Republikan Willy Aditya mengatakan, buku yang diterbitkannya ini seputar demokrasi yang terjadi di Indonesia. "Buku ini saya tulis atas keresahan demokrasi pada saat pileg dan pilpres," ujarnya.

Buku tersebut, sambung aktivis 98 ini atas pengalamannya dalam dunia politik yang tidak bermoral. Soalnya, masih banyak permainan materi dalam Pilkada, pileg maupun pilpres. "Demokrasi di Indonesia sudah menyimpang. Ini yang harus kita luruskan," ucapnya.

Sementara Dosen politik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang Memed Chumaedi menilai prinsip dasar isi buku tersebut adalah demokrasi pasca pilpres dan posisi NasDem ke depan. "Masyarakat sudah pintar menilai demokrasi," tegasnya.

Dosen sosial politik ini menyontohkan persoalan demokrasi yang paling bawah adalah saat pemilihan kepala desa di Tangerang yang membutuhkan modal Rp1 miliar hingga Rp5 miliar. Padahal, demokrasi di tataran bawah/pilkades menentukan demokratisasi di negara. "Ini yang menjadi persoalan. Pemilihan apapun bisa dijadikan ajang mencari uang. Ini sangat kontras dengan demokrasi yang sebenarnya," terangnya.

Ditambahkan Ketua Badan Advokasi dan Hukum (BAHU) DPP NasDem Hermawi S Taslim, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah partai yang dibesut Surya Paloh tersebut. "Mari kita benahi dan kembalikan demokrasi yang sebenarnya," tandasnya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online