Pengrajin Tenun Baduy Terima Bantuan Bahan Membatik

Pengrajin Tenun Baduy Terima Bantuan Bahan Membatik

detakserang.comJakarta - Sekitar 11 orang perwakilan pengrajin batik di Banten dan pengrajin tenun baduy, menerima bantuan berupa perlengkapan membatik dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Hj Herawati Budiono di rumah Dinas Wapres - Jakarta, Selasa (14/10)

Bantuan yang diberikan kepada para pengrajin batik dan tenun baduy tersebut diantaranya, bahan benang tenun, kain mori, canting dan bahan pewarna alam. Selain itu, perwakilan pengrajin tenun baduy menerima bantun berupa kebutuhan pokok sehari-hari.

Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan Ketua Dekranas Hj Herawati Budiono kepada 11 pengrajin batik dan tenun baduy termasuk Kepala Desa Kanekes Leuwidamar Jaro Daenah. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt Gubernur Banten Rano Karno, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Kepala Dinas Peindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Ranta Soeharta, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten Endrawati dan pengurus Dekranasda Provinsi Banten.

Dalam sambutannya Ketua Dekranas Herawati Budiono menyampaikan terimakasih kepada para pengrajin tenun baduy dan batik di Banten, yang selama ini telah aktif membantu pemerintah melalui Dekranas dan Dekranasda.

"Terimakasih kepada para pengrajin selama ini aktif membantu pemerintah dan dekranas. Kali ini saya terakhir kali bertemu pejabat dan pengrajin batik di Banten, karenan beberapa hari lagi masa jabatan suami saya akan berakhir," kata Herawati Budiono.

Ia mengatakan, meskipun jabatan sebagai Ketua Dekranas akan berakhir, tetapi hubungan dengan para pengrajin agar terus dilakukan. "Kami meminta maaf bila ada kesalahan. Tegur sapa di jalan bila tertemu harus tetap dilakukan," katanya.

Sementara itu Plt Gubernur Banten Rano Karno menyampaikan terimakasih kepada ketua dekranas atas perhatiannya terhadap para pengrajin batik dan tenun baduy. Ia juga menyampaikan bahwa Banten memiliki beragam potensi daerah dan UMKM yang terus berupaya dikembangkan seperti gerabah, pengrajin kulit buaya dan batik Banten.

"Ini hari yang bersejarah bagi Banten, karena orang baduy biasanya jalan kaki ke Jakarta, sekarang naik bis. Undangan ini suatu kehormatan bagi Banten, untuk terus mengembangkan kerajinan tenun baduy dan juga batik," kata Rano Karno.

Salah seorang tokoh Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Jaro Daenah mengatakan, saat ini ada sekitar 200 lebih pengrajin tenun baduy yang tersebar di sejumlah dusun. Bahan-bahan tenunan sebagian diperoleh dari luar baduy diantaranya dari Majalaya Bandung.

"Bagi masyarakat kami, kegiatan menenun ini hanya sampingan saja. Sehingga produksinya masih terbatas," kata Jaro Daenah.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online