Pengusaha Tempe Akan Diberi Pembinaan

Pengusaha Tempe Akan Diberi Pembinaan

detaktangsel.com SERPONG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel akan melakukan pembinaan dan pemberian alat kepada 140 Industri Kecil Menengah (IKM) Tempe di RT 12/10, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.

Kepala Bidang Perindustrian pada Disperindag Kota Tangsel Ferry Payacun mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya bakal memberikan bantuan dan sosialisasi. Ini untuk meningkatkan higienitas dari pengolahan tempe. "Selama ini, pengolahan tempe dilakukan dengan alat seadanya, pakai kayu bajar, penggilingan manuar, dan tempatnya pun kurang higenis, untuk itu Disperindag akan melakukan penyuluhan, sosialisasi serta pemberian alat kepada IKM Tempe yang ada di Kedaung tersebut," ungkapnya, Selasa (19/1).

Menurutnya, dari 140 IKM tempe yang terdata, akan dibuat kelompok menjadi 14 kelompok binaan yang akan mendapatkan bantuan, sperti kompor gas, penggilingan tempe yang standarisasi, serta alat-alat panci yang stenlis. "Kita ingin merubah cara tradisional yang digunakan kearah yang lebih baik dengan memberikan alat-alat yang sesuai standar dari Badan Standarisasi Nasional (BSN)," katanya.

Untuk itu, sambung Ferry di 2016 ini Disperindag menganggarkan sebesar Rp 500 juta untuk melakukan sosialisasi pembinaan dan pemberian alat. Pengusaha tempe di Kota Tangsel per harinya menghasilkan 3 kwintal tempe untuk dijual. ke Jabodetabek bahkan ke Bangkok. "Untuk itu pemkot ingin produksi lebih higenis," ujarnya.

Sementara Kepala Disperindag Muhamad menambahkan, para pelaku IKM ini sebelumnya sudah menjalankan usahanya masing-masing. Namun produksinya kembang kempis karena tidak didukung sarana prasarana produksi yang memadai. Akibatnya, produktifitas usaha mereka terhambat, baik kualitas maupun kuantitas. "Karena itulah kami memfasilitasi mereka dengan memberikan bantuan peralatan produksi agar kontinyuitas produksi usaha mereka terjaga, sehingga pasar mendapatkan kepastian pasokan," katanya.

Sebelum penyerahan bantuan, para pelaku IKM ini terlebih dahulu dibekali dengan pelatihan yang bertujuan semakin mempertajam kemampuan mereka di bidang produksi yang sudah digeluti. Setelah mendalami kemampuan dengan menambah ilmu melalui pelatihan, barulah dilengkapi dengan pemberian bantuan peralatan produksi. Bantuan peralatan produksi yang diberikan bukan untuk perorangan, tapi untuk kelompok. Seperti alat pemecah kedelai untuk kelompok industri tempe

"Agar peralatan yang diberikan tidak dikuasai perorangan atau bahkan dijual, kami akan melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat dan terus menerus," pungkasnya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online