Menelusuri Jejak Sejarah Haji Rean

Menelusuri Jejak Sejarah Haji Rean

detaktangsel.com PAMULANG - Jalan Haji Rean diangkat dari sosok seorang ulama di Pamulang bernama Haji Rean. Keberadaannya dibuktikan dengan adanya Makam Haji Rean yang berada di Kelurahan Benda Baru.

“Makamnya terletak tak jauh dari Masjid Al Islah di Jalan Haji Rean. Masjid tersebut merupakan peninggalan Haji Rean yang bisa dijadikan bukti bahwa Haji Rean pernah hidup di sini. Beliau seorang ulama yang mengajarkan ajaran Islam di wilayah Pamulang,” ungkap Tata Surya.

Menurut Bpk Tata, dirinya merupakan generasi cicit dari Haji Rean. Menurut cerita sesepuh, Lurah Tata memperoleh informasi bahwa Haji Rean meninggal pada usia 117 tahun. “Saya tidak tahu kapan beliau lahir dan meninggal. Soalnya tidak ada tulisan tanggal pada nisan makam beliau, tapi kalau menurut cerita sesepuh, saya itu generasi cicitnya. Katanya, usia beliau mencapai 117 tahun,” bebernya.

Ketokohan Haji Rean pernah dibuktikan oleh seorang warga Benda Baru yang tidak ingin disebutkan namanya. “Masjid Al Islah peninggalan Haji Rean itu bukan sembarang masjid. Sering sekali ada kejadian gaib di sana. Salah satunya, jika ada seseorang yang tidur di masjid bukan dengan niatan ibadah, maka dia akan dipindahkan ke kebon atau lapangan tanpa sadar,” katanya.

Masjid Al Islah dikenal sebagai Masjid terbesar di wilayah Tangsel pada abad 18-an. Jauh sebelum berdirinya Masjid Al Jihad Ciputat dan Masjid Mujahidin Pamulang. Sepanjang catatan sejarah, Masjid Al Islah sudah mengalami renovasi sebanyak tiga kali.

Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online