Banyaknya Pungli, Hambat Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Tangsel

Salahsatu proyek pembangunan dengan anggaran kecil yang sering jadi sasaran 'Uang Jago' oleh Oknum Ormas di Tangsel Salahsatu proyek pembangunan dengan anggaran kecil yang sering jadi sasaran 'Uang Jago' oleh Oknum Ormas di Tangsel

detaktangsel.com PAMULANG - Masih banyaknya oknum mengatasnamakan Ormas yang meminta 'Uang Jago' pada kontraktor di setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kota Tangsel, menjadi salah satu penyebab proyek pembangunan tersendat dan kualitasnya buruk, bahkan oknum tersebut mematok 'Uang Jago' hingga jutaan rupiah.

Masalah tersebut dapat di lihat setiap proses pembangunan insfraktuktur seperti, pembangunan jalan, drainase, gedung ataupun sarana prasarana lainya. Masih kurangnya pengawasan dan pembinaan dari masyarakat dan aparatur pemerintah Tangsel.

Salah satu Kontraktor (nama-red) ketika ditemui dilapangan membenarkan hal tersebut, dirinya menuturkan, saat mengerjakan proyek pembangunan banyaknya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum ormas dilapangan, bahkan mereka mengancam menghentikan proyek apabila tidak ada uang koordinasi yang mereka pinta.

"Betul sekali saya pribadi sangat merasa kecewa dengan kondisi ada di lapangan, karena sering kalau kita membangun selalu di peras oleh oknum Ormas yang tidak bertanggungjawab. Ini membuat pembangunan akan menjadi tersendat," katanya kepada wartawan, Jumat (24/4/2015)

Sementara Rawing (47) tokoh masyarakat Pamulang sangat menyesalkan dengan kejadian seperti itu, seharusnya mereka bisa mengerti kalau pembangunan tersebut untuk masyarakat jadi tidak untuk kepentingan pelaksana hasilnya nanti.

"Pungli ini harus segera dihapuskan, agar kualitas pembangunan Pemkot Tangsel bagus. yang nikmati kan masyarakat juga. Untuk itu, saya berharap aparatur pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi pungli dari para oknum tersebut," pungkasnya.

Sementara Salman Paris Kepala Kesbangpolinmas Kota Tangsel menyarankan kepada masyarakat apabila ada yang merasa dirugikan dengan tindakan oknum Ormas atau pihak lain bisa melaporkan kepada pihak yang berwenang.

"Jangan takut untuk melaporkan masalah pemalakan ini, karena hal tersebut sama saja melanghar hukum,"tandasnya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online