APKLI: PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PKL DAPAT TINGKATKAN PAD DAN KURANGI KEMISKINAN

Salahsatu Pemandangan PKL di Kota Tangsel yang Kurang perhatian dari Pemkot Tangsel Salahsatu Pemandangan PKL di Kota Tangsel yang Kurang perhatian dari Pemkot Tangsel

detaktangsel.com PAMULANG - Asal dimanusiakan, PKL mudah di tata dan diberdayakan. Pemberdayaan usaha informal khususnya pedagang kaki lima dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah dan mengurangi jumlah kemiskinan.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (DPD APKLI) Kota Tangsel, Desman Ariando, S.Pd ketika diwawancarai Detak di Pamulang (21/4).

Walikota dalam pidatonya pada acara Musrembang tingkat kota bulan lalu menyampaikan meskipun tingkat pertumbuhan ekonomi Tangsel cukup tinggi, tetapi disatu sisi, ada peningkatan jumlah penduduk miskin yang harus menjadi perhatian kita semua.

Desman dalam penjelasannya mengatakan bahwa Pemkot harus mengelola beberapa sumber daya PKL untuk mendorong peningkatan pendapatan dan keuntungan usaha yang akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat secara umum untuk membantu kurangi jumlah penduduk miskin.

Sumber daya yang pertama adalah manusia atau pelaku usahanya. "Dalam pengelolaan SDM, Pemkot harus perhatikan dua hal yaitu menyangkut kuantitas dan kualitas. Secara kuantitas, dengan jumlah yang mencapai puluhan ribu orang tentu menjadi aset yang berharga bagi Pemkot untuk menangangi masalah pengangguran. Namun jika tidak ditingkatkan kualitasnya melalui pendidikan dan pelatihan tentu para PKL akan kalah bersaing dengan pelaku usaha yang lebih mapan," demikian terang ayah satu putri ini.

Selanjutnya adalah sumber daya kapital. Pemberian akses permodalan kepada PKL juga dapat dorong meningkatnya PAD. "Tanpa modal usaha yang memadai, PKL akan kesulitan mengembangkan usahanya baik untuk melakukan produksi maupun transaksi jual beli dikarenakan keterbatasan dana yang mereka miliki sehingga kurang berpeluang untuk bersaing" terang Desman lebih lanjut.

Kemiskinan bukan hanya dikarenakan oleh pengangguran tetapi juga disebabkan oleh rendahnya pendapatan ekonomi masyarakat. "Pemberdayaan sektor informal PKL yang berkaitan dengan pengelolaan unsur manusia baik secara kuantitas dan kualitas serta unsur kapital dengan mempermudah akses permodalan kepada PKL akan berpengaruh positif terhadap pendapatan dan penghasilan PKL yang akan berbanding lurus terhadap kontribusi pada penerimaan pendapatan asli daerah PAD di Tangerang Selatan," tutup Desman.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online