Peparnas Papua, Cetak Bibit Unggul Atlet Penyandang Disabilitas

Peparnas Papua, Cetak Bibit Unggul Atlet Penyandang Disabilitas

Detaktangsel.com KAB. JAYAPURA - Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua diharapkan dapat mencetak bibit-bibit unggul atlet penyandang disabilitas yang mampu menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa dalam kancah nasional ataupun internasional. Sehingga, atlet penyandang disabilitas dapat terus regenerasi di masa mendatang.

"Harapan kita hari ini, menjadi kegiatan atau event yang menjadi bagian dari regenarasi atlet kita," kata Perwakilan National Paralympic Comitee Indonesia (NPCI), Slamet Widodo, di Media Center Kominfo Peparnas Papua pada Selasa (2/11/2021).

Menurut dia, sistem pertandingan yang diatur pada saat ini sangat mendukung terjadinya regenerasi atlet penyandang disabilitas. Sebab, atlet disabilitas yang pernah mencapai prestasi juara tingkat internasional tidak diperkenankan mengambil kelas cabang olahraga (cabor) lain. Adanya hal itu, tentunya akan membuka peluang banyak atlet disabilitas untuk berkembang terus.

Peraturan ini, lanjut dia, menjamin setiap atlet disabilitas yang berlaga akan mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam setiap pertandingan. Dengan menunjukkan kemampuannya dalam pertandingan, tentunya akan mengasah kemampuan atlet menjadi lebih baik. Terus diasahnya kemampuan ini, akan membuat keterampilan olahraga semakin meningkat signifikan.

Hal ini, lanjut dia, dilakukan oleh pihak NPCI sebagai upaya dalam mendapatkan bibit unggul yang saat ini sedang berlaga dalam kompetisi Peparnas. "Dalam rangka memberikan kesempatan atlet-atlet yang muda atau baru-baru. Itu supaya juga bisa menampilkan prestasi di sini," katanya.

Ini perlu dilakukan oleh Indonesia, sebab atlet penyandang disabilitas dalam negeri sempat menorehkan prestasi yang cukup membanggakan. Dibandingkan dengan atlet yang berlaga pada cabor konvesional beberapa waktu yang lalu. Dari perolehan medali ini, harus menjadi pendorong bagi atlet disabilitas untuk senantiasa meningkatkan kemampuan diri.

"Dalam 10 tahun ke depan menggantikan atlet disabilitas yang kemarin bisa berprestasi di Tokyo, dan ini tidak boleh putus," pungkasnya.

Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online