Jelang Idul Adha Pemkot Yogya Lakukan Pemantauan Hewan Kurban

Jelang Idul Adha Pemkot Yogya Lakukan Pemantauan Hewan Kurban

Detaktangsel.com, Umbulharjo - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta rutin melakukan pemantauan hewan kurban.

Pada Senin (12/6) petugas memantau kondisi hewan kurban di Pusat Penjualan Hewan Qurban Angkatan Muda Muhammadiyah (PPHQ AMM) Kotagede sebanyak 70 kambing dan di Lapak Qurban Pak Raden sebanyak 63 kambing yang berada di Jalan Pramuka, Giwangan Umbulharjo.

Dari pantauan tersebut ditemukan dua kambing terkena penyakit enteritis dan empat menderita pink eye atau mata merah.

Untuk Pink eye merupakan penyakit mata akut yang menular pada sapi, domba maupun kambing. Penyakit ini ditandai dengan kemerahan dan peradangan pada daerah conjunctiva mata dan kekeruhan pada kornea mata.

Kondisi ini tidak berbahaya bagi hewan kurban dan jika terjadi penyakit seperti diatas segera diberikan pengobatan topikal melalui mukosa mata.

Kasus enteritis merupakan salah satu gangguan kesehatan pencernaan yang sering terjadi dan dapat mempengaruhi produktivitas sapi. Enteritis adalah gangguan kesehatan pada sistem pencernaan yang ditandai dengan terjadinya peradangan pada mukosa usus yang menimbulkan gangguan fungsi usus.

Untuk penyakit enteritis atau diare dengan gejala diare sering terjadi pada anak sapi (pedet). Oleh karenanya, kesejahteraan hewan yang akan dikurbankan perlu diperhatikan dengan memberikan asupan makanan yang mencukupi dan kebersihan pada tempat hewan juga perlu dijaga.

"Kami memantau keseluruhan kesehatan hewan dan sekaligus memberikan edukasi. Jika ada hewan yang sakit dipisahkan dari yang sehat untuk segera diobati dan supaya tidak menularkan ke yg lain," jelas Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Sri Panggarti saat diwawancarai.

Selain kesehatan hewan, diharapkan para pedagang/pelaku usaha juga lebih memperhatikan kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan serta menjaga lingkungan.

Sementara itu, untuk pemantauan antemortem dan post mortem akan dimulai pada tanggal 27 Juni hingga 1 Juli 2023. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana menambahkan pihaknya sudah mulai melakukan pemantauan mulai kemarin. Selain juga juga memberikan sosialisasi bagi penyembelih hewan kurban di 14 Kemantren di Kota Yogyakarta.

Hingga kini permintaan hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Kota Yogyakarta semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh menurunnya angka Covid-19.

Namun, untuk ketersediaan stok sapi atau kambing yang dimiliki peternak di Kota Yogyakarta sangat terbatas dalam memenuhi permintaan masyarakat.

Untuk tahun lalu stok sapi yang dibutuhkan sebanyak 2.200 ekor tetapi di Kota Yogyakarta hanya ada 100 ekor saja. Sedangkan stok kambing dibutuhkan 3.500 ekor namun hanya tersedia 500 ekor. Oleh karenanya dibutuhkan pasokan hewan kurban dari luar kota.

"Kurangnya pasokan hewan sapi dan kambing di Kota Yogyakarta membuat masyarakat membeli hewan di luar kota. Boleh-boleh saja asalkan hewan tersebut memenuhi syarat dengan memiliki keterangan surat kesehatan hewan kurban dari daerah asal pengambilan hewan," ujarnya.

Suyana menghimbau, untuk warga Kota Yogyakarta tidak mencuci isi perut (jeroan) hewan kurban di sungai. Sebab, selain air di sungai mengandung E coli, saat mencuci di sungai dapat mencemari sungai itu sendiri.

"Kami menghimbau untuk warga Kota Yogyakarta agar tidak membuang/mencuci isi perut hewan kurban ke sungai. Ini dapat mencemari sungai dan membawa bakteri yang menempel seperti E coli yang bisa menyebabkan sakit perut," jelasnya.(Rls)

Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online