Amritsar: Kota Kedermawanan dan Hidangan Lezat di India Utara

Golden Temple atau dikenal dengan Sri Harmandir Sahib di Amritsar, India. (Foto: wordlatlas/Getty Images/expedia) Ilustrasi: Aisyah/dt Golden Temple atau dikenal dengan Sri Harmandir Sahib di Amritsar, India. (Foto: wordlatlas/Getty Images/expedia) Ilustrasi: Aisyah/dt

Detaktangsel.com, KULINER -- Amritsar, sebuah kota di India Utara, terkenal dengan hidangan lezatnya dan semangat seva dalam Sikhisme. Kota ini didirikan pada Abad ke-16 oleh seorang guru Sikh dan terletak di wilayah Punjab. Sikhisme, agama yang berasal dari sana, mengajarkan nilai-nilai seva, yaitu melakukan perbuatan sukarela untuk orang lain tanpa mengharapkan imbalan.

Di seluruh dunia, banyak penganut Sikh yang melakukan seva di gurudwara, kuil Sikh, dengan melakukan tugas-tugas sederhana seperti membersihkan lantai, menyajikan makanan, dan menjaga ketertiban di dalam kuil. Mereka juga menerapkan seva dalam kehidupan sehari-hari melalui kedermawanan dan amal.

Pada April 2021, saat India dilanda pandemi Covid-19, komunitas Sikh turun tangan dengan mengirimkan tabung oksigen dan obat-obatan kepada mereka yang membutuhkan.

"Seva berarti pelayanan tanpa pamrih, dan dalam Sikhisme itu bukan sekadar nasihat dan pedoman, tapi praktik sehari-hari," tulis Jasreen Mayal Khanna dalam bukunya 'Seva: Sikh Wisdom for Living Well by Doing Good'.

Seva juga dapat diartikan sebagai cinta, kata Abhinandan Chaudhary, yang telah melakukan seva bersama keluarganya sejak usia delapan tahun.

Di Amritsar, semangat seva dalam Sikhisme terasa sangat kuat. Di Kuil Emas, kuil utama Sikh, tidak ada seorang pun yang tidur dalam keadaan lapar. Dapur komunal terbesar di dunia, yang disebut langar, melayani 100.000 orang setiap hari secara gratis. Semua orang, tanpa memandang latar belakang, dapat makan di sini selama mereka membutuhkan tempat berlindung dan makanan. Hidangan selalu tersedia 24 jam sehari.

Vikas Khanna, seorang koki terkenal berbintang Michelin yang berasal dari New York, memiliki pengalaman pribadi dengan seva di Amritsar. Ia merasa terkejut saat merasakan kelaparan di New York, sementara di Amritsar, ada dapur umum besar di mana semua orang bisa makan.

Kuil Emas dioperasikan dengan baik dan disiplin oleh para relawan. Dalam satu piring di langar, terdapat lentil, chapatti (roti pipih), rebusan kacang Arab, dan yoghurt. Orang-orang duduk bersila di aula besar yang dapat menampung 200 orang dari segala usia dan latar belakang. Ada koreografi tersirat di antara mereka saat makan. Setelah selesai, para relawan membersihkan dan menyiapkan aula untuk kelompok berikutnya.

Amritsar bukan hanya tentang hidangan lezat dan seva di dalam kuil. Rasa persahabatan, kedermawanan, dan gotong-royong dapat dirasakan di seluruh kota. Ketika mengunjungi Amritsar, senyuman orang-orang selalu menyertai, dan jika seseorang membutuhkan bantuan, mereka akan dengan sukarela membantu.

Amritsar adalah tempat di mana semangat seva dalam Sikhisme dan nilai-nilai persaudaraan terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online