Penerapan Kurikulum K13 Belajar Lebih Menyenangkan

Penerapan Kurikulum K13 Belajar Lebih Menyenangkan

detaktangsel.comSETU - Riuh suara siswa terdengar di kelas VII SMPN 8 Kota Tangsel. Para siswa yang diisi 35 siswa ini bukan bersenda gurau. Melainkan, sedang belajar para siswa tidak lagi belajar hanya mendengarkan guru menerangkan sambil berdiskusi berkelompok.

Itulah, penggambaran penerapan metode pembelajaran kurikulum 2013 (K13) di SMPN yang berlokasi di kawasan Perumahan Puspiptek, Setu, Kota Tangsel.

Metode pembelajarn ini merupakan reovlusi pembelajaran yang menggantikan metode konvensional. Dalam metode tersebut, semua guru dan siswa dituntut untuk aktif dan inovatif.

Hal ini terlihat saat pelatihan peserta guru SMP/MTs dari Usaid Prioritas yang langsung mempraktekkan metode pembelajaran K13.

Pembelajaran diawali dengan membaca tema bagi seluruh siswa diberikan lima hingga 10 menit waktu untuk kemudian diberikan selembaran kertas opini mereka setelah membaca sebuah tema.

Para siswa kemudian diberi waktu untuk bertanya usai mengamati tema. Lalu, dituangkan dalam tulisan setelah berdiskusi dengan kelompok siswa. Hasilnya, kemudian dipresesntasikan kepada kelompok lain.

Metode pembelajaran ini diapresiasi siswa mereka mengaku, belajar tidak hanya mengandalkan buku tetapi lebih mengekploasi pemikiran siswa.

Salahsatu siswa SMPN 8 Kota Tangsel Erna mengaku kegiatan belajar mengajar cepat dimengerti dan mengasyikan. lantaran, tidak hanya mendengarkan guru menerangkan mata pelajaran saja. Tetapi, siswa ikut aktif dalam pembelajaran.

"Ini lebih menyenangkan. Daripada dulu, kita diam mendengarkan guru yang mengajar," ungkapnya, Senin (15/9).

Menurutnya model pengajaran yang dilakukan guru dengan berkelompok bisa membuat percaya diri siswa saat belajar. Karena, lebih dapat mengeluarkan pendapat siswa setelah pengamatan dan observasi yang diarahkan oleh guru.

"Jadi lebih betah di kelas, ga bete (bosan-red)," ujarnya.

Peserta pelatihan Usaid Prioritas yang juga guru di SMPN 3 Cilegon, Ninik Sulistyorini mengaku dengan metode pembelajar K13 siswa lebih percaya diri dan berani tampil di depan kelas.

"Selain itu juga, dapat memecahkan masalah dengan bersama kelompoknya," katanya.

Menurutnya, siswa tidak pasif mendengarkan guru berbicara. Namun, sebaliknya, siswapun aktif dalam memberikan pendapat setelah observasi dan pengamatan pada satu tema mata pelajaran.

"Guru mengarahkan siswa, metode ini lebih mengena terhadap daya tangkap mata pelajaran oleh siswa," terang guru mata pelajaran IPA ini.

Spesialis Komunikasi Nasional Usaid Prioritas Anwar Holil menuturkan penerapan K13 mampu meningkatkan kreativitas pelajar. Pasalnya, kini pelajar tidak hanya mendapat pelajaran di dalam kelas, melainkan diajak untuk belajar di luar kelas.

"Dengan proses pembelajaran kontekstual. Siswa dapat merekonstruksi ilmu itu di sekolah," ujarnya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online