Rano Karno Membuka Acara Perayaan Peh Cun Di Kali Cisadane

Rano Karno Membuka Acara Perayaan Peh Cun Di Kali Cisadane

detaktangsel.com- TANGERANG, Pembukaan perayaan Peh Cun (Twan Yang Jie) atau yang dikenal dengan sebutan festival Peh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia , merupakan salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Cina khususnya di Kota Tangerang yang kental dengan identitas penduduknya sebagaian besar merupakan turunan Cina Benteng, Senin (2/6).

Peh Cun merupakan dialek Hokkian untuk kata pachuan (Hanzi) yang dalam bahasa Indonesianya disebut sebagai (Mendayung perahu). Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi yang utama, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk festival tersebut.

Acara Peh Cun sendiri dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Dalam perayaan ini juga masyarakat Thionghoa Pasar lama masih mengenal dengan makan bakcang, dan menyusul akan diadakannya festival dayung perahu Naga di Kali Cisadane.

Sejarahnya dahulu ada seorang Perdana Menteri Cina yang sangat setia kepada negaranya, karena tidak mau mengkhianati perdana menteri tersebut memilih bunuh diri dengan menyeburkan diri ke Kali, dari peristiwa tersebutlah perayaan Peh Cun diperingati tiap tahunnya, hal tersebut dilakukan untuk menghormati dan mengenang perdana menteri itu, tukas Engkong selaku Humas Boen Tek Bio Pasar Lama Tangerang.

Engkong berharap dengan adanya Perayaan/Festival Peh Cun yang dirayakan tiap tahunnya ini dapat lebih berkembang lagi, dalam arti Budaya Peh Cun ini bisa dikembangkan dan jangan sampai hilang. Perayaan Peh Cun di Kota Tangerang saat ini bukan hanya milik masyarakat Thionghoa saja tapi ini sudah menjadi tradisi masyarakat Kota Tangerang yang bisa menarik wisatawan asing yang ingin melihatnya, sebab Budaya perayaan Peh Cun dan lepas bebek hanya ada di Kota Tangerang saja, tutur Engkong.

Saya berharap Pemerintah Kota Tangerang,khususnya Dinas Pariwisata bisa lebih mengembangkan lagi acara tradisi Peh Cun di Tangerang, misalnya saja area ini dijadikan tempat pariwisata Kota Tangeran, ini juga bisa menjadi masukan untuk Pemkot Tangerang, tambahnya.

Sementara Plt Gubernur Provinsi Banten Rano Karno,menambahkan acara Peh Cun yang di gelar oleh masyarakat Thiong Hoa di Pasar Lama Tangerang, sebetulnya bisa dikembangkan lagi menjadi tempat Pariwisata, hal ini dikatakannya karena masyarakat Tangerang terkenal dengan Cina Bentengnya, selain itu banyak sejarah dan makanan khas Pasar Lama yang bisa kita cicipi , hal ini lah yang saya rasa Kota Tangerang memiliki potensi yang besar untuk dijadikan tempat Pariwisata, dalam hal ini bisa dijadikan sebagai pemasukan kas daerah Kota Tangerang dan akan menjadi identitas Tangerang nantinya, pungkas Rano.

Dalam pembukaan acara perayaan Peh Cun Rano Karno di dampingi wakil walikota H.Sachrudin dan Kadis Dispobudpar Kota Tangerang Irmansyah memukul bedug simbol bahwa acara Peh Cun resmi di buka.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online