"TaCo Sonjo", Aksi Nyata Komunitas Peduli Dampak COVID-19

"TaCo Sonjo", Aksi Nyata Komunitas Peduli Dampak COVID-19

detaktangsel.com TANGSEL - Kumpulan masyarakat peduli Kota Tangerang Selatan yang tergabung dalam Tangsel Connection (TaCo) untuk kesekian kalinya berpartisipasi aktif dan peduli pada kebutuhan masyarakat banyak, khususnya dalam kegiatan-kegiatan sosial bagi korban atau yang terdampak bencana, seperti terhadap korban banjir di awal Tahun Baru 2020 dan kini di saat pandemi COVID-19.

Dalam kaitannya dengan pandemi COVID-19, TaCo yang beranggotakan lintas profesi tersebut bergerak cepat membangun komunikasi dan kolaborasi guna melakukan langkah langkah strategis membantu masyarakat. Kegiatan tersebut diantaranya memberikan hand sanitizer ke sejumlah tempat ibadah yang ada di Kota Tangsel. Setelah itu, TaCo juga menginspirasi kegiatan penyemprotan desinfectan pada sejumlah wilayah perumahan di Tujuh (7) Kecamatan se-Kota Tangsel, bekerja sama dengan lembaga dan komunitas peduli bencana lainnya.

Kali ini, TaCo kembali bergerak ke masyarakat terdampak COVID-19. Dikemas dalam tema "TaCo Sonjo" yang berarti TaCo datang berkunjung, bersilaturrahim ke tetangga, sanak saudara dan handai taulan dengan membawa bingkisan berupa paket sembako.

TaCo Sonjo Aksi Nyata Komunitas Peduli Dampak COVID 19 1

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TaCo yang juga Ketua Forum RW se-Kota Tangsel H. Hartono Warsito didampingi Sekretaris TaCo Suhalimi Ismedi, di Sekretaris TaCo Jalan Hanjuang I Blok I.4 No.16, Sektor 1.1 BSD, Jumat (10/4/2020), seusai menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dari Tujuh (7) Kecamatan se-Tangsel menjelaskan, pemberian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak COVID-19.

"Pembagian paket sembako ini merupakan donasi dari anggota TaCo yang murni swadaya sebagai bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat Tangsel yang mendapat musibah terdampak COVID-19 di 54 Kelurahan se-Kota Tangsel, serta warga di sekitar TPU Sari Mulya dan para santri di salahsatu pondok pesantren di daerah Kecamatan Setu," ungkap Hartono Warsito.

Ketua TaCo menambahkan, dengan niat baik dari semua anggota TaCo dan para donatur tersebut akan tepat sasaran. Karena, menurut Hartono Warsito, data yang masuk ke Sekretariat TaCo berdasarkan masukan dari BKM Kelurahan-kelurahan yang merupakan 'forum kotaku tanpa kota kumuh' yang ada di Kota Tangsel.

"Gerakan ini adalah ketigakalinya dalam rangka membantu percepatan penanganan COVID-19 yang tengah melanda negara kita, khususnya di Kota Tangsel," imbuhnya.

TaCo Sonjo Aksi Nyata Komunitas Peduli Dampak COVID 19 3

Hartono juga menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan TaCo merupakan upaya membantu pemerintah kota Tangsel dalam mempercepat penanganan COVID-19 dengan jiwa yang tegar. "Kalau kita dapat melakukan secara bersama sama, maka sedini mungkin kita cegah COVID-19 tidak meluas di Kota Tangsel," terangnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Hartono Warsito juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua anggota TaCo yang telah memberikan banyak kontribusi positifnya, sejak TaCo didirikan pada 20 April 2018 lalu. "TaCo itu suatu perkumpulan yang kita bentuk, didalamnya beranggotakan para pimpinan DPRD, para Kepala OPD, para penggiat sosial, akademisi, pengusaha, kalangan masyarakat aktivis lain termasuk penggiat lingkungan, penggiat kemasyarakatan, dan rekan rekan dari pers yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan yang bisa memberikan konstribusi positif bagi Kota Tangsel," papar Hartono.

Menurut Hartono, keberadaan TaCo itu mendampingi pemerintah dan Insya Allah akan hadir pada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan solusi. "Kita tidak hanya kritis kepada pemerintah, tetapi kita juga selalu mencoba memberikan solusinya. Kita tidak anti kritik, tetapi juga melakukan otokritik kedalam dan ke masyarakat,"

TaCo Sonjo Aksi Nyata Komunitas Peduli Dampak COVID 19 4

Sejalan dengan Ketua TaCo, Sekretariat TaCo Suhalimi Ismedi menambahkan, pembagian sembako tersebut dalam rangka TaCo peduli dampak COVID-19 yang menyasar pada 54 Kelurahan dengan basis data by name by address dari sumber data yang ada atau diambil dari BKM yang ada di 54 kelurahan di Tujuh (7) Kecamatan. "Data yang paling akurat tentang warga yang tidak mampu itu dimiliki BKM, by name by address, dan itu sampai kepada sasaran," jelas Ismedi.

Menurut Ismedi, pengambilan data dari BKM dimaksudkan agar data tidak sporadis dan menyasar di 54 Kelurahan.
"Insya Allah, pada sore hari ini pendistribusian sembako akan terlaksana tepat sasaran. Bantuan sembako akan diserahterimakan kepada para penerima oleh petugas dari BKM dan didokumentasikan," pungkasnya Ismedi.

Related items

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online