Pawai Ta'aruf MTQ Ke llV Tangsel, Camat Kesemsem Naik Reog

Pawai Ta'aruf MTQ Ke llV Tangsel, Camat Kesemsem Naik Reog

detaktangsel.com PONDOK AREN-Jalan Graha Bintaro, terutama akses yang mengarah ke Kantor Kecamatan Pondok Aren, mendadak jadi lautan manusia dari tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka, antusias mengikuti hajat tahunan yang merupakan refleksi dari salah satu motto Kota Tangsel, Religius, dan di implementasikan melalui syiar Islam berupa MTQ tingkat Tangsel, dimana, Kecamatan Pondok Aren untuk ke-llV kalinya menjadi tempat kegiatan tersebut.

Pantauan di lokasi, sejak pagi hari sekira pukul 08,00, ribuan masyarakat menyemut mulai dari RS Pondok Indah Bintaro hingga ke pertigaan Jalan Emerald yang di jadikan titik start pawai ta'aruf.

Satu-persatu kafilah dari masing-masing kecamatan maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Tangsel mulai melakukan start menuju panggung utama yang berada di depan Polsek Pondok Aren. Dimana, di panggung utama tersebut telah berdiri orang nomor satu Tangsel, Airin Rachmi Diany dan Wakilnya, Benyamin Davnie dan beberapa pejabat instansi lainnya untuk menyambut iring-iringan pawai ta'aruf.

Beragam atraksi di tunjukan para kafilah. Mulai dari kesenian tradisional hingga modern di tampilkan peserta saat berada di depan panggung utama. Namun ada juga yang melambaikan tangan sambil di memegang bunga anggrek.

Sedangkan kafilah Pondok Aren, yang mendapat nomor paling buncit di pawai ta'aruf tersebut juga tak mau ketinggalan. Segala macam kesenian di tampilkan. Bahkan, Plt Camat Makum Sagita dipaksa naik reog saat melintasi panggung utama tersebut. Makum, tak henti-gantinya melambaikan tangan kepada warga maupun orang yang berada di atas panggung. "Saya sempat deg-degan naik reog. Ngeri jatuh. Tapi karena dipaksa, ya saya ikutin aja," kata Makum selesai pawai ta'aruf, Kamis (27/).

Meski merasa takut dan deg-degan, Makum mengaku kesemsem dengan budaya tradisional tersebut, lantaran di Tangsel, keberadaannya semakin hari semakin populer. "Ya kesemsem aja, karena semakin hari reog di Tangsel makin populer," ucapnya.

Ditanya apakah Pondok Aren bakal mampu mengulangi sejarah di ajang MTQ tingkat Tangsel seperti pada sebelum-sebelumnya, ia mengaku tidak memasang target muluk-muluk. Sebab, Makum mengatakan semua kafilah dari tujuh kecamatan memiliki peluang yang sama untuk menjadi yang terbaik. "Doakan saja, Pondok Aren bisa berprestasi baik di MTQ kali ini," katanya merendah.

Sementara itu Walikota Airin Rachmi Diany mengungkapkan pelaksanaan pawai taarus MTQ yang ditampilkan masing-masing kecamatan cukup aktraktif dan inovatif. Ini membuktikan para kafilah memiliki motivasi untuk mensukseskan acara akbar tahunan ini.

"Pertama kita dapat bersilaturahmi bersama di pagi hari, kedua dengan niatan yang baik Insya Allah akan dicatat amal kebaikannya. Niatan yang baik ini untuk mensukseskan syiar Islam kepada masyarakat Tangsel secara luas," kata Airin usai melakukan gunting pita di lokasi bazaar UKM. Sementara bazaar UKM itu sendiri, berada saling berdekatan dengan panggung lomba.

Airin berharap, Pondok Aren sebagai lumbung qori dan qoriah dapat menularkan keilmuannya kepada kecamatan lain. Intinya bukan terkotak di kecamatan saja tapi ini diharapkan akan membawa nama baik Tangsel ketika mengikuti perlombaan di tingkat Provinsi Banten maupun nasional.

"Pondok Aren memiliki SDM cukup baik dibidang qiroat karena banyak pesantren. Kami berharap semangat belajar siswa dan para orangtua dapat memberi contoh. Ini harus di jaga karena ini sebagai aset Tangsel," tandas Airin. 

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online