Gedungnya Retak Dan Terancam Longsor, Guru Assalam 01 Serpong Was-Was

Salah seorang guru SKh Assalam 01 Serpong tunjukan retakan tembok sekolah. Salah seorang guru SKh Assalam 01 Serpong tunjukan retakan tembok sekolah.
detaktangsel.com SERPONG--Rasa was-was menghantui sejumlah guru Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 Serpong, Kota Tangsel. Pasalnya, gedung sekolah yang terdiri dari 6 kelas itu, saat ini temboknya mengalami retak-retak akibat pergeseran tanah yang terjadi di area sekolah tersebut.
 
Bahkan, sekolah yang di dominasi siswa tuna rungu berjumlah 84 orang tersebut, saat ini terancam longsor lantaran posisinya berada di tepi tebing sedalam 10 meter.
 
Bendahara sekolah Assalam 01, Indri Firmandyah mengatakan, awalnya pihak sekolah menduga retaknya dinding-dinding sekolah, akibat pekerjaan gedung yang kurang baik.
 
Namun setelah di lakukan pemeriksaan ke seluruh area sekolah, kerusakan tak hanya terjadi pada tembok ruang kelas, tetapi kerusakan juga terjadi di area parkiran belakang.
 
"Kok ini konbloknya agak pisah dari dinding juga yah. Saya pikir pekerjaannya yang ngak benar, tapi makin lama makin bergeser," kata Indri, Jumat (22/11/2019).
 
Khawatir dengan kondisi gedung sekolah yang mengalami retak-retak, pihak sekolah kemudian menghubungi pihak Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel.
 
"Karena tembok sekolah terus mengalami retak-retak, kami menghubungi BPBD. Kemudian BPBD meninjau sekolah ini, ternyata tanahnya mengalami pergeseran," ungkap Indri.
 
Indri sebutkan, sejak gedung sekolah tanahnya mengalami pergeseran, pihaknya merasa was-was dan khawatir jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak di inginkan menimpa sekolah dengan 14 tenaga pengajar itu.
 
"Rasa was-was selalu ada, apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan. Kami takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di sekolah ini," ujar dia.
 
Sementara itu, Kepala sekolah Assalam 01 Serpong, Nisa Nur Mutmainnah kemukakan bahwa saat ini gedung sekolah masih bisa tertolong dengan adanya pohon-pohon bambu di belakang gedung sekolah.
 
"Beruntung ada pohon bambu, jadi akarnya masih bisa menahan tanah. Tapi itu daunnya sudah lebat, kami khawatir kalau ada angin kencang. Harus di pangkas," terang Nisa.
 
Nisa juga jelaskan, gedung sekolah yang berdiri sejak tahun 1987 silam ini, perlu ada pembangunan turap. Hal ini untuk mencegah terjadinya longsor yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi di sekolahnya ini.
 
"Kami sudah mengajukan proposal ke pemkot Tangsel. Tapi belum ada jawaban," tandasnya.
Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online