Belum Balikin Mobdin, PKB Tangsel Akan Copot Nur Kholik Dari Dewan Syuro

ilustrasi mobil dinas ilustrasi mobil dinas

detaktangsel.com- KOTA TANGSEL,Tingkah laku mantan anggota DPRD Kota Tangsel sepertinya tak patut ditiru. Pasalnya, mantan dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nur kholik benar-benar enggan menyerahkan mobil dinas (Mobdin) milik DPRD Tangsel, meski masa jabatannya sudah berakhir.

Tak tanggung-tanggung, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berencana melakukan pengambilan paksa mobil dinas dan laptop dari tangan Nur kholik, mantan anggota DPRD setempat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Langkah ambil paksa itu akan ditempuh bila Nur Kholik kembali mangkir dari janjinya untuk mengambalikan mobil dinas bernopol B 1216 NQN dan laptop yang nota bene merupakan asset daerah.

"Tadi pagi kita sudah layangkan surat ketiga kepada Nur kholik agar segera mengembalikan mobil dinas. Jika surat tersebut tidak dihiraukan, maka kami akan ambil paksa bersama aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," tegas Syamsudin, kemarin.

Menurutnya, upaya persuasif sedianya sudah dilakukan kepada Nur Kholik, dengan dua kali mengirimkan surat berisi pemberitahuan pengembalian mobil dinas dan laptop.

"Sejauh ini, Nur Kholik hanya menebar janji dan tidak kunjung ditepati,"ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tangsel Abdul Chalik, merasa geram atas tingkah laku kadernya itu. Pasalnya mobil milik Pemkot hingga kini tak kunjung dikembalikan, atas perbuatanya itu Nur Kholik dianggap mencoreng nama baik PKB.

"Ulah Nur Khalik jelas-jelas sudah mencoreng nama baik PKB. Secara tidak langsung partailah yang jadi sasaran, padahal ulah bejat dia,"ketusnya.

Bahkan, Khalik mengancam, bakal mencopot kedudukan sebagai wakil Ketua Syuro. Ancaman itu bukan main-main, nantinya bakal dibahas melalui pleno untuk mengambil putusan prlihal pencorengan nama baik partai.

"Dengan adanya kasus ini, kami akan lakukan rapat pleno untuk mengambil putusan pemecatan Nur Kholik,"ancamnya.

Hingga kini, Khalik mengaku terus mencari keberadaan Nur Kholik, namun belum juga ditemukan. Terlebih dari itu dia mengaku sejak 11 bulan, sebagai kader partai Nur Kholik tidak pernah ada kontribusinya pada partai.

"Saya sendiri untuk berkomunikasi sangat sulit, apalagi orang lain. Saya terus melacak keberadaan Nur Kholik namun belum ditemukan keberadaanya," ujarnya.

Lanjut Abdul, bila nanti bertemu Nur Kholik, bakal diseret ke Sekretaris Dewan (Sekwan). Bukan hanya mobilnya saja yang diambil, namun orangnya sekalian. Menurutnya, bagian itudari pertangungjawaban seorang politik yang nampak dipermukaan masyarakat.

"Bukan hanya mobil yang akan kita bawa, bila perlu orangnya kita seret sekalian. Ini perbuatan yang tidak terpuji sama sekali. Tentu masyarakat akan apatis bila PKB begini. Kami sedang mencoba memperbaiki berbagai masalah, justru ada masalah baru. Keterlaluan ini,"ancamnya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online