Pasca Hadiri Panggilan Polres Soal Dugaan Sawer Duit, JARI 98 Belum Beritikad Melaporkan Balik

Pasca Hadiri Panggilan Polres Soal Dugaan Sawer Duit, JARI 98 Belum Beritikad Melaporkan Balik

detakrangsel.com, TANGSEL - Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98) meminta Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk hati-hati dalam menghadapi Pilkada Tangsel 2020, Jum'at (10/10/2020).

Pesan yang belum diketahui kejelasannya meminta keponakan Prabowo Subianto untuk hati-hati dalam Pilkada, itu dilontarkan pasca Ketua Presidium JARI 98 Willy Prakarsa menghadiri panggilan penyidik Polres Tangsel.

Seperti informasi yang diperoleh detakbanten.com, Willy Prakarsa dipanggil penyidik Polres Tangsel sebagai saksi atas adanya laporan terkait dugaan sawer uang di Lapangan Rawamacek yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Saraswati harus hati-hati dalam menghadapi Pilkada Tangerang Selatan 2020,"terang Willy Prakarsa saat berbincang dengan wartawan.

Meski begitu, Willy enggan memberikan alasan pasti apa maksud kalimat hati-hati yang diberikan kepada Calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut 1.

Dengan begitu, pentolan JARI 98 itu pun menceritakan panjang lebar terkait perannya saat Jokowi memenangkan Pilpres lalu di Tangsel. Menurut dia, kemenangan Pilpres lalu, kata dia, JARI 98 tidak tidur dan tidak malas-malasan.

"Itukan masa lalu, peran JARI 98 saat Pilpres memang tidak malas-malasan. Kita selalu giat mengoptimalkan jaringan akar rumput JARI 98 yang ada di Tangsel, untuk Pilkada ini pasti bisa untuk memenangkan Pilkada. Itu kuncinya akar rumput JARI 98,"kata Willy Prakarsa.

Kendati demikian, saat disinggung soal pelaporan tersebut, Willy Prakarsa belum memastikan akan melaporkan balik apabila laporan yang dituduhkan tidak ditemukan pelanggaran.

"Kita tunggu hasil gelar perkaranya nanti, kalau laporan balik saya belum menentukan. Tapi ada dari beberapa teman aktivis nanti mungkin akan melakukan pelaporan,"katanya.

Informasi yang berhasil dirangkum, Willy Prakarsa dipanggil sebagai saksi atas dugaan sawer yang terjadi di hari pertama kampanye Pilkada Tangsel.

Namun, Willy bersikeras pihaknya tak tahu saat itu sudah masuk kampanye lantaran sosialisasi kampanye yang dilakukan KPUD Tangsel maupun Bawaslu dinilai sangat minim informasi.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online