Khawatir Banjir, Warga Jombang Minta Kali Cibenda di Turap

Anggota Komisi lV DPRD Tangsel, Yanto saat lakukan sidak area kali Cibenda atau kali Deker. Anggota Komisi lV DPRD Tangsel, Yanto saat lakukan sidak area kali Cibenda atau kali Deker.

detaktangsel.com CIPUTAT--Warga RW 013 Kampung Gedong Jombang, Ciputat, meminta sejumlah pengembang proyek jalan tol yang melintas di wilayahnya segera melakukan pengerukan terhadap sampah yang ada di area kali Cibenda atau kali Deker.

Sebab, luapan air bercampur sampah dari kali Cibenda, dapat memenuhi bagian bawah jalan tol Serpong-Cinere yang saat ini masih digarap. Kondisi di perparah lantaran drainase yang ada di bawah jalan tol tersebut, terutama yang ada di KM 8 tidak berfungsi dengan baik.

Warga yang di wakili Ketua RT dan Ketua RW 013 Kampung Gedong itu pun menyampaikan rasa kekhawatirannya kepada Anggota Komisi lV DPRD Kota Tangsel, Yanto.

Ketua RW 013 Kampung Gedong, Tubagus Fachrurozi mengatakan, soal kekhawatiran warga akibat dampak banjir luapan kali Cibenda, sebelumnya pernah diadakan pertemuan antara warga dengan pengembang jalan tol yang terdiri dari MTN, BSD dan Waskita di kantor Pekerjaan Umum (PU) Tangsel beberapa waktu lalu, di sepakati akan di lakukan proses pengerjaannya.

"Kami minta kepada vendor dan pihak terkait, tolong di bikinin turap dan di lakukan pengerukan di kali Cibenda. Karena ini kan kalinya mengalami pendangkalan. Apalagi ini udah masuk musim hujan," ungkap Tubagus, Sabtu (7/12/2019).

Turap dan pengerukan, kata Tubagus, sebagai antisipasi jika ada kiriman air dengan debit cukup tinggi, luapan airnya tidak tumpah ke lingkungan warga yang ada di RW 013.

"Karena kan sebelumnya pada April lalu, kami di RW 013 kebanjiran. Airnya sampai 1 meter lebih," ungkapnya.

Tubagus tegaskan bahwa warga tidak pernah menghalangi program-program yang di jalankan pemerintah. Termasuk adanya pengembangan jalan tol. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan dampak-dampak yang di timbulkan akibat program-program tersebut.

"Jangan sampai jika semua terlaksana, tapi ada baru baru di lingkungan kami," ujar dia.

Dilokasi yang sama, Anggota Komisi lV DPRD Kota Tangsel, Yanto, mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong hasil kesepakatan bersama antara warga dengan pihak-pihak terkait.

"Jangka pendeknya dulu dikerjakan. Terutama turap dan pengerukan di sekitar kali Cibenda yang mengalami pendangkalan. Karena beresiko banjir dan berdampak ke warga sekitar sini," kata Ulay, sapaan Yanto.

Ulay juga mengapresiasi pihak pengembang yang sebelumnya secara manual pernah melakukan pembersihan area di sekitar kali Cibenda. Upaya tersebut, menurut Ulay, merupakan salah satu tindakan preventif untuk meminimalisir resiko banjir di pemukiman warga.

"Sebelumnya juga ada pengembang yang melakukan pembenahan di sekitar sini, dan ini sangat kita apresiasi," sebut Ulay.

Kendati demikian, jika jangka pendek terkait penanganan area kali Cibenda belum di lakukan oleh pihak-pihak terkait, pihaknya akan segera memanggil pengembang tersebut ke DPRD Kota Tangsel.

"Kalau memang belum ada tindakan sama sekali, akan kita panggil ke DPRD. Jadi tolong ditindaklanjuti," tandasnya.

 

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online