Dewan Klaim Fungsi Pengawasan Sudah Baik

Dewan Klaim Fungsi Pengawasan Sudah Baik

detaktangsel.comTangsel - Sejumlah anggota DPRD Kota Tangsel mengaku sudah bekerja dengan tugas dan fungsinya. Indikasinya berbagai agenda yang dijadwalkan berjalan dengan baik. Tugas dan fungsi sebagai pengawas, budgeting, hingga pembuat undang-undang terjadwal dan bisa dikerjakan tepat waktu.

DPRD Tangsel Akan Miliki Gedung Baru Senilai Rp 85 Miliar

DPRD Tangsel Akan Miliki Gedung Baru Senilai Rp 85 Miliar

detaktangsel.comSETU - Wacana pembangunan gedung baru DPRD kota Tangsel kembali digulirkan oleh wakil rakyat yang baru dilantik empat bulan lebih ini. Alasannya, bangunan gedung lama tersebut dirasa sudah tidak representatif.

Kinerja Pemkot Tangsel Dikritisi Sebagian Fraksi DPRD Kota Tangsel

Kinerja Pemkot Tangsel Dikritisi Sebagian Fraksi DPRD Kota Tangsel

detaktangsel.comSETU - Sidang Paripurna dengan agenda pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2014 Kota Tangsel, menuai kritikan dari fraksi-fraksi, Rabu (15/10).

H M Ramlie, Ketua DPRD Kota Tangsel

Ramlie: 'Gas Pool' Pembentukan AKD Ditargetkan Dua Hari

detaktangsel.comSETU - Pembentukan alat kelengkapan DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikebut. Usai pengambilan sumpah pimpinan dewan, Rabu (24/9), para legislator langsung menggelar rapat marathon.

Listrik Mati, Aktivitas Dewan  Terganggu

Listrik Mati, Aktivitas Dewan Terganggu

detaktangsel.com - SETU, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel alami gangguan listrik sekitar pukul 13.00 WIB. Akibatnya aktivitas sejumlah anggota dewan terhenti.

Tangsel- Pembanguna Sekoalh yang belum selesai di Tangsel.(ilustrasi,net)

Dewan Dilecehkan,Semua Kontraktor Proyek Gedung Sekolah Mangkir

SETU- DPRD Kota Tangerang Selatan berang menyusul laporan tentang sejumlah proyek pembangunan sekolah yang pengerjaannya masih di bawah 30 persen.

Revisi SOTK Dinilai Lamban

iweanSETU- Pemkot Tangsel hingga kini belum juga merevisi Raperda Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK). Padahal keberadaan raperda itu penting guna merampingkan satuan kerja di masing-masing dinas.

Rapat Paripurna DPRD Tangsel sudah "rutin" Molor

Lagi-lagi Paripurna Raperda Molor Tiga Jam

SETU- Sidang paripurna yang digelar di gedung DPRD molor hingga tiga jam,Kondisi ini sangat disayangkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD).Pada rapat paripurna, Senin (21/10) mendengar jawaban dari fraksiterkait tiga raperda yakni,  Raperda Pendidikan Diniyah, Raperda CoorporateSocial Responsibility (CSR), dan Raperda penataan pedagang kaki lima.

 

erdasarkan penjadwalan dari Sekretaris DPRD, pembahasan agendatersebut dimulai pukul 09.00 WIB. Namun, pada kenyataannya molor dan barudimulai pukul 12.00 WIB.

Molornya rapat paripurna ini sangat disayangkan sejumlah kepala SKPD yangsudah datang sejak pukul 09.00 WIB. Lantaran, molornya menghambatkegiatan yang sudah di jadwalkan di masing-masing kantor SKPD. 

"Undangannya jam 09.00 WIB. Saya datang jam 09.00 WIB. Tapi jam 10.30belum mulai juga," ungkap salah salah seorang  SKPD yang namanya engganditulis.

Menurutnya molornya rapat sangat mengganggu agenda kegiatan yang dijadwalkannya pada hari itu. "Padahal, hari ini (kemarin-red) saya banyakkegiatan di kantor. Jadi ikutan molor dah kegiatannya," katanya.

Anggota DPRD Kota Tangsel Tb Irvanul Hakim menuturkan molornya rapat paripurna lantaran banyak berbagai kendala. Salah satunya,adanya agenda dengan partai. Sehingga jadwal rapat paripurna berbenturan dengan agenda partainya.

"Salah satunya ada agenda partai. Tetapi saya kan tetap hadir di rapat paripurna hari ini," ucap politisi Demokrat itu.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menuturkan molornya rapat paripurna lantaran dirinya menunggu anggota DPRD untuk memulai pembahasan. "enggaklah, ga molor. Tadi saya memang pimpin rapat dulu.Memang undangannya jam 09.00 WIB. Kedepannya, saya   sesuaikan dengan jadwal saya," terangnya.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I Ruhamaben, dibahas tiga usulan raperda inisiatif. Yakni Raperda Pendidikan Diniyah, RaperdaCoorporate Social Responsibility (CSR), dan Raperda penataan PedagangKaki Lima (PKL) dan dihadiri 39 dari 45 anggota DPRD. (def)

Lagi-lagi Raperda Miras Mandeg di Dewan

mirasSERPONG- Raperda Penyelenggaran Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan hingga kini belum juga disahkan.
Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online