Kerjaan Numpuk Dan Di Kejar Dateline, Bappeda Tangsel Ogah Weekend

Kepala Bappeda Kota Tangsel, Teddy Maeyadi Kepala Bappeda Kota Tangsel, Teddy Maeyadi

detaktangsel.com SERPONG - Libur panjang yang akan jatuh mulai Kamis pekan ini, tentu di manfaatkan oleh sebagian orang untuk sekedar refreshing ataupun kumpul bareng dengan keluarga dan sanak saudara. Akan tetapi, libur panjang tersebut tidak berlaku bagi salah satu SKPD yang ada di Tangerang Selatan (Tangsel). Salah satunya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota setempat.

Diketahui, Bappeda Tangsel akan tetap melakukan aktifitasnya meski hari esok diterapkan sebagai hari libur nasional. Usut punya usut, Bappeda Tangsel di kejar dateline. Mulai dari penyusunan APBD Perubahan hingga penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan.

Kepala Bappeda Tangsel, Teddy Meiyadi mengungkapkan, pihaknya sengaja tidak meliburkan SKPDnya pada libur panjang akhir pekan ini demi mengejar target penyusunan RJMD. Sebab, Pemkot sudah memberi batasan agar dalam penyusunan rencana pembangunan tersebut selesai tepat waktu. Sehingga, tidak ada waktu santai dalam mengejar target. Bahkan ia mengaku khawatir target tersebut tidak akan tercapai tepat waktu.

"Saya sudah sebar di grup Whats App untuk memberitahukan agar pada hari Kamis (5/5) nanti tetap masuk kerja. Kami membuka ruang konsultasi bagi seluruh SKPD dalam menyusun rencana kerjanya," ujar Teddy di temui di Serpong, Selasa (3/5).

Ia mengungkapkan, akan menggunakan hari libur untuk membuka ruang konultasi kepada SKPD lain yang ada di Tangsel. Alasan lain, Teddy mengatakan tugas penyusunan rencanan pembangunan akan menumpuk jika tak diselesaikan secara satu per satu.

"Tahun ini kita harus membuat RPJMD, Rencana kerja dan Rencana strategi SKPD. Begitu juga perda APBD Perubahan dan APBD 2017," ungkapnya.

Kata Teddy, lantaran pembahasan RPJMD ini membutuhkan keterlibatan semua SKPD, pihaknya memanfaatkan waktu yang ada untuk bisa membahas masalah tersebut. Dalam konsultasi itu, Bappeda akan membuka ruang kepada SKPD lain untuk menanyakan soal program yang akan dijalankan lima tahun ke depan.

"Walikota sudah menetapkan visi misi. Bappeda sudah menjabarkan visi-misi menjadi program, sasaran, target, volumenya bahkan sumber dananya. Konsultasi ini merupakan cara menyinkronkan apa yang jadi program dengan rencana kegiatan SKPD," tuturnya.

Menurutnya, jika tidak selesai dilakukan pada Kamis esok, Bappeda siap membuka waktu hingga Jumat lusa. Sebab, sambung Teddy, pada bulan ini pihaknya harus bisa menyelesaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Penetapan Anggaran Sementara 2017.

"Kita harus memanfaatkan hari libur ini supaya target bisa tercapai. Apalagi, bulan depan sudah Ramadan, biasanya stamina sudah menurun," beber Teddy.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya mengejar penyusunan RPJMD. Nantinya draft program kegiatan dituangkan dalam bentuk peraturan daerah (Perda).

"Kami targetkan RPJMD paling maksimal selesai pada 20 Agustus mendatang," ungkap Bang Ben, sapaan Benyamin Davnie.

Menurutnya, pencanangan draft RPJMD periode 2016-2021 mesti rampung enam bulan pasca pelantikan. Bang Ben mengaku optimis bila penyelesaian Perda RPJMD bisa selesai dua bulan dari target awal.

"Percepatan tersebut menimbang dari beberapa faktor," tandas Bang Ben.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online