Dinkes Tangsel Awasi Ketat Penjaja Makanan di Sekolah

ilustrasi ilustrasi

detaktangsel.comSERPONG - Penjaja makanan dan minuman di sekolah yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat pengawasan ketat. Hal ini untuk menghindari adanya penggunaan bahan kimia berbahaya dalam olahan makanan yang dijual.

Salah satu pengawasan yang dilakukan, yakni melakukan cek laboratorium sampel makanan. Seperti yang dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Ar Raudah BSD, Serpong, Kamis (27/11). Makanan dan minuman yang dijual, diuji laboratorium.

"Kami bekerjasama dengan Puskesmas untuk menguji sample makanan yang dijual," kata Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Makanan dan Minuman pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel Anton Wibawa ditemui di SD Ar Raudah.

Dari hasil pemeriksaan, menurutnya seluruh sampel makanan yang sudah diuji laboratorium layak untuk dikonsumsi. Artinya, makanan tersebut tidak mengandung zat berbahaya, seperti formalin, boraks, zat pewarna makanan dan zat berbahaya lainnya.

"Selain melakukan pemeriksaan uji lab, kami juga rutin mengumpulkan pedagang makanan di sekolah. Mereka mendapat sosialisasi agar tidak menjual makanan yang dicampur zat pengawet," bebernya.

Setiap tahun, menurutnya Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap makanan minuman di kantin sekolah-sekolah. Pemeriksaan, dilaksanakan secara berkala dua kali dalam setahun.

"Di tiap kecamatan juga ada Puskesmas. Nah, dari 25 puskesmas yang ada diwajibkan melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya," kata dia.

Kepala SD Ar Raudah BSD, Zakiyah menuturkan untuk makanan dan minuman yang dijual di kantin tidak sembarangan. Makanan maupun minuman harus higienis dan tidak mengandung unsure kimia.

"Sudah kita tlakukan pemberitahuan kepada pemilik kantin agar tidak menjual sembarang makanan minuman," katanya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online