Anggaran Bencana Alam Tangsel Minim, Kemana Rp 14 Milyar ?

Banjir tangsel dilihat dari udara (by pesatnews.com) Banjir tangsel dilihat dari udara (by pesatnews.com)

detaktangsel.com- SERPONG,Pemkot Tangsel hanya menganggarkan Rp 160 juta untuk penanggulangan korban bencana alam. Anggaran tersebut sangat minim untuk membantu korban yang tertimpa bencana.

Kasi Korban Bencana dan Penanggulangan Kemiskinan Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel Salbini mengatakan untuk bencana alam memiliki anggaran Rp 160 juta untuk penanganan bencana. Minimnya anggaran tersebut berdampak kurang maksimalnya penyaluran bantuan.

Seperti diberitakan sebelumnya di media massa, Seskot Tangsel, Dudung E Diredja, menyatakan Pemkot Tangsel telah menyiapkan anggaran untuk Bencana Alam sebesar Rp 14 Milyar.(baca juga, Pemkot Siapkan 14 Milyar untuk bencana Banjir)

Hanya ratusan juta dana yang digelontorkan untuk bencana digunakan untuk pelbagai kebutuhan. Seperti dua ton beras, 650 dus mie instan, 500 helai selimut, 1000 botol kecap, 500 sachet susu, 500 kaleng sarden, dan lima kuintal gula.

"Anggaran Rp 160 juta untuk bencana memang tidak sebanding dengan kebutuhan. Apalagi disaat banyak titik banjir yang merendam Kota Tangsel sejak beberapa hari terakhir," ujarnya.

Ia mencatat beberapa daerah yang kebanjiran diantaranya, Kelurahan Kayu Gede, Kecamatan Serpong Utara, Kelurahan Pondok Maharta, Kecamatan Pondok Aren, Bukit Pamulang Indah, Kecamatan Pamulang Timur, Komplek Ciputat Baru, Kecamatan Ciputat.

"Daerah memang kerap banjir. Walaupun intensitasnya tidak begitu banyak," katanya.

Salbini mengatakan meski anggarannya tidak begitu besar, namun dirinya memastikan pasokan makanan bisa terpenuhi. Sementara, untuk penanggulangan bencana pihaknya berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti BPBD Kota Tangsel maupun instansi lainnya.

"Hingga kini kami terus terjun ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan," terangnya.

Bahkan, kata dia beberapa petugas sudah diturunkan untuk mengawasi dan memantau apakah kebutuhan makanan sudah dipenuhi.

"Kita terus memberikan bantuan kepada korban bencana. Mengenai anggarannya minim, kita tidak mempersoalan, yang penting kebutuhan masyarakat terpenuhi," ungkapnya.

Dikatakannya untuk bantuan bencana, selain mendapat anggaran dari Pemkot, pihaknya juga menerima suntikan dana Kementerian Sosial. Mengenai berapa jumlahnya, Salbini belum mengetahui secara pasti, namun setiap tahun ada anggarannya.

Dirinya berharap dengan anggaran yang ada masyarakat yang mengalami bencana tidak mengalami kekurangan pasokan makanan. Salbini juga mengungkapkan akan mencatat apa saja kebutuhan masyarakat yang menjadi korban banjir. Kata dia, setiap wilayah kebutuhannya tidak sama, itu tergantung seberapa parah lokasi bencananya.

"Kalau banjirnya parah, otomatis pasokan kebutuhannya berbeda dibanjir yang banjirnya tidak parah. Maka itu kita terus melakukan pendataan," terangnya.(def)

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online