Jadi Pemicu Macet, Lapak Liar Di Jalan Ceger Raya Pondok Aren Di Bongkar

Jadi Pemicu Macet, Lapak Liar Di Jalan Ceger Raya Pondok Aren Di Bongkar

detaktangsel.com PONDOK AREN--Puluhan lapak liar yang berada di sepanjang Jalan Ceger Raya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di bongkar aparat Trantib Kecamatan Pondok Aren, Selasa (2/8).

Di bongkarnya bangunan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sisi kiri maupun kanan jalan yang diperkirakan memiliki lebar empat meter tersebut, lantaran dituding menjadi biang keladi terjadinya macet yang kerap terjadi di kawasan itu.

Kasi Trantib Kecamatan Pondok Aren, Rouf mengatakan, pihaknya bersama pihak Kelurahan Jurang Mangu Barat sebelum melakukan eksekusi pembongkaran sebelumnya telah melakukan pendekatan persuasif dengan para pemilik lapak.

"Surat pemberitahuan sudah kita layangkan kepada pemilik. Secara lisan pun sudah kita sampaikan," katanya, Selasa (2/8).

Menurutnya, keberadaan lapak-lapak PKL di sepanjang jalan Raya Ceger tersebut, tak jarang dikeluhkan warga. Sehingga, di akui Rouf, banyak warga yang menyampaikan keluhannya langsung kepada Trantib Pondok Aren.

"Biasanya warga menyampaikan keluhannya melalui telpon. Makanya kitapun langsung melayangkan surat kepada pemilik agar mereka mau membongkar sendiri lapaknya. Alhamdulillah, mereka ada yang bersedia," ungkapnya.

Pantauan dilokasi pembongkaran lapak PKL seperti yang ada di depan Pasar Ceger, nampak puluhan petugas Trantib dibantu oleh pihak Kelurahan Jurang Mangu Barat, tengah berusaha membongkar lapak PKL milik seorang pedagang rokok dan mie instan.

Sekretaris kelurahan Jurang Mangu Barat HM Ali mengungkapkan, pihaknya telah memberi batas waktu hingga tanggal 30 Juli lalu. Namun karena masih ada yang belum membongkar sendiri oleh pemilik lapak, akhirnya lapak tersebut di bongkar oleh Trantib kecamatan.

"Per 30 Juli kemarin, semua lapak PKL di jalan ini seharusnya sudah bersih. Karena surat sudah kita layangkan kepada pemilik," terang Ali.

Ia berharap setelah lapak yang berada di jalan tersebut di bongkar, kedepannya harus ada penataan. Sebab, lanjut Ali, bisa saja pedagang kembali lagi mendirikan lapaknya dan berdagang seperti sediakala.

"Minimal harus ada penataan. Ini untuk antisipasi agar pedagang tidak berjualan lagi di sepanjang jalan Ceger ini," tandas Ali.

Sementara Ratih (46), mengaku berjualan di kawasan tersebut sudah berlangsung 20 tahun lalu. Sebelumnya, wanita asal Tegal, Jawa Tengah, yang kini berdomisili di Pondok Jengkol, Kelurahan Pondok Jaya itu mengaku kebingungan untuk melanjutkan usahanya itu.

"Saya bingung mau usaha dimana lagi. Karena disini saya sudah memiliki banyak pelanggan," singkat Ratih.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online