Satu Tahun Klinik 'Sintya', Adakan Pengobatan Gratis

Warga Perigi Lama berobat gratis di Klinik Sintya.Selasa (29/10) Warga Perigi Lama berobat gratis di Klinik Sintya.Selasa (29/10)

PONDOK AREN- Memasuki usianya yang baru setahun, Klinik dan Rumah Bersalin Sintya menggelar Bhakti Sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis kepada masyarakat Kelurahan Perigi Lama dan umumnya warga kecamatan Pondok Aren, kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti yang terlihat pada hari Selasa (29/10), tercatat hampir 300 orang ikut antri untuk memperoleh pemeriksaan dan pengobatan di Klinik yang terletak dijalan H. Saan, RT 002/003, Perigi Lama.   


Ketua panitia sekaligus pemilik Klinik, Tya Setyawati. Am. Keb, kepada wartawan mengatakan diadakannya Bhakti Sosial berupa pengobatan gratis kepada masyarakat merupakan ajang untuk berbagi kususnya kepada mereka yang selama ini kurang mendapat pelayanan kesehatan secara maksimal.


"Diadakannya kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk berbagi dengan masyarakat. Sebab, tidak semua masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan secara maksimal," ungkap Tya, begitu dirinya biasa disapa.

Dia menjelaskan, pentingnya nilai - nilai kesehatan bagi masyarakat menjadi prioritas utama agar masyarakat mengetahui secara dini penyakit yang dideritanya. Untuk itu, Tya pun sengaja memberikan pelayanan pengobatan yang lajim terjadi di masyarakat namun tanpa disadari oleh masyarakat dampak yang akan terjadi setelah penyakit tersebut menyerang. Diantaranya adalah penyakit Tekanan Darah, Asam Urat, Kolesterol, Gula Darah dan Kepadatan Tulang.


"Penyakit seperti inikan sudah lajim dimasyarakat. Tetapi kebanyakan masyarakat tidak menyadari dampaknya. Makanya kita berikan juga cara penanggulangannya," Kata Tya.


Langkah yang dilakukan Tya sebagai pemilik Klinik dan Rumah Bersalin yang menggelar pengobatan gratis itupun dinilai tepat. Hal itu diungkap oleh Ratna (31), ibu satu anak yang tinggal di RT 004/003 kelurahan Perigi Lama ini menjadi bertambah pengetahuannya. Pasalnya, Ratna yang sejak 4 tahun lalu mengidap Asam Urat kini bisa mengerti pola hidup sehat yang harus dijalani.


"Setelah saya berkonsultasi dengan dokter, minimal saya jadi tahu bagaimana menjaga pola hidup sehat meski saya menderita asam urat," ucap Ratna.(hdr)

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online