Ruas Tol Cinere - Serpong Menbedah Kemacetan di Kota Tangsel

detaktangsel.com KOTA TANGSEL - Pembangunan Proyek Jalan Tol Serpong – Cinere sepanjang lebih kurang 10,14 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 2,219 Triliun melintas seluruhnya di dalam wilayah Kota Tangerang Selatan, Banten di Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Ciputat.

Diketahui, pembangunan ruas Jalan Tol Serpong - Cinere ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi bagian dari Jakarta Outer Ring Road II (JORR II) yang terdiri dari Proyek Jalan Tol Cengkareng – Kunciran, Kunciran – Serpong, Serpong – Cinere, Cinere – Jagorawi, Jagorawi – Cibitung, dan Cibitung - Cilincing, sekaligus akan membantu memecah kemacetan lalu-lintas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam proses pembangunannya, ruas jalan tol tersebut dibagi menjadi Dua Seksi, yakni : Seksi 1 melintasi wilayah Kecamatan Ciputat (Kelurahan Jombang, Serua, Serua Indah, Bambu Apus dan Pamulang Barat) sepanjang 6,59 kilometer dan Seksi 2 melintasi kecamatan Pamulang (Kelurahan Pamulang Timur, Ciputat, Cipayung dan Pondok Cabe Udik) menuju Cinere sepanjang 3,55 kilometer. Proyek strategis nasional ini sempat tertunda pembangunannya, karena proses penyelesaian ganti untung atas lahan yang terdampak. Kondisi tersebut lebih diakibatkan oleh hal-hal yang sifatnya administratif tentang keabsahan status kepemilikan tanah/bangunan.

PT Cinere Serpong Jaya (PT CSJ) selaku mitra pemerintah dalam pembangunan dan pengoperasian jalan tol, merupakan pihak yang memiliki konsesi pengelolaan jalan tol dari Pemerintah. Pemegang saham terbesar dari PT CSJ adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sedangkan sebagai pelaksana pembangunan adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Virama Karya (Persero) sebagai Konsultan Pengawas pembangunan.

Menurut M Irsan S, yang menjadi Pimpinan Proyek (Pimpro) di CSJ, secara kelembagaan, PT CSJ dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. itu terpisah dan berbeda Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.

Menurutnya, PT CSJ merupakan salah satu BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) di JORR 2 yang mengelola pembangunan dan pengoperasian pada ruas Jalan Tol Serpong – Cinere. Selain itu, juga ada PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) yang mengelola pembangunan dan pengoperasian Jalan Tol dari Bandara Soekarno Hatta (Cengkareng) hingga Kunciran, PT Marga Trans Nusantara (MTN) yang mengelola pembangunan dan pengoperasian ruas Jalan Tol Kunciran-Serpong, PT Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ) mengelola pembangunan dan pengoperasian ruas Jalan Tol Cinere-Jagorawi, dan anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR) yang menangani ruas Jalan Tol Jagorawi-Cibitung.

“Untuk ruas Jalan Tol Serpong – Cinere, secara kontraktual pekerjaan seluruh ruas selesai pada bulan September 2019,” ungkap M. Irsan dalam WhatsApp-nya.

Untuk memudahkan arus masuk dan keluar Jalan Tol Serpong- Cinere, sebagaimana dijelaskan M. Irsan, maka pihaknya membangun akses pintu keluar masuk gerbang tol dari jalan non tol berlokasi di Jalan RE Martadinata, depan kantor Telkom. Sementara, di kawasan Serpong Junction itu khusus untuk akses dari tol ke tol.

Sementara itu, menanggapi harapan masyarakat atas adanya jalan penghubung warga antar wilayah yang terpotong ruas Jalan Tol Serpong – Cinere, menurut M Irsan, tidak semua jalan terpotong dibuat pengganti di lokasi semula, tetapi beberapa jalan digabung oleh jalan di samping tol (frontage). “Hal itu, karena ada persyaratan yang dikeluarkan oleh Kementerian PUPR pusat,” pungkasnya.

« July 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

Cuaca

No cities match your search query

Go to top