Dilokasi Penyerahan Sertifikat Tanah, Jokowi Bantah Tuduhan Anti Islam

detaktangsel.com PAMULANG--Sebanyak 40.172 sertifikat tanah, diserahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dalam penyerahan sertifikat tanah kepada warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu, Presiden juga menyinggung soal banyaknya informasi-informasi tidak logis yang bertujuan untuk memutarbalikkan fakta.

Presiden mencontohkan jika narasi yang dibangun bahwa pemerintahannya saat ini memusuhi ulama.

"Banyak sekali isu ke saya. Kriminalisasi ulama, anti Islam. Loh, Saya tiap hari, tiap minggu masuk pondok pesantren dengan ulama. Hari santri yang buat Perpres saya. Kok dibilang anti ulama, anti-Islam?" ungkap Jokowi di Skadron 21/Sena, Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Jumat (25/1/2019).

Menurutnya, narasi-narasi negatif tersebut sebetulnya tidak masuk akal karena fakta bicara sebaliknya. Kendati demikian, Jokowi mengatakan, masih saja ada sebagian masyarakat yang memercayai isu tersebut meski dirinya telah berulang kali menegaskan bahwa dirinya tidak anti islam.

Bahkan, Jokowi sebutkan bila tudingan anti islam justru bertolak belakang dengan posisinya selama ini yang dekat dengan ulama dan tokoh-tokoh besar agama Islam.

"Bolak-balik kayak gitu kalau gampang percaya, termakan, bahaya sekali. Ini hanya tujuan politik, bukan yang lain-lain. Jangan ajarkan masyarakat hal yang tidak logis," imbuhnya.

Jokowi pun berpesan kepada masyarakat luas agar tak terpengaruh oleh isu hoax dan fitnah. Apalagi, dia bilang, saat ini telah memasuki tahapan Pemilu 2019. Sehingga, Jokowi meminta agar masyarakat jangan sampai terpecah belah oleh perbedaan politik.

Jokowi juga jelaskan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan penduduk sekitar 260 juta jiwa. Indonesia, sebut Jokowi, juga diperkaya dengan 17 ribu pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote yang didalamnya berisi beragam suku, agama, adat dan tradisi yang ada. Dengan begitu, sudah semestinya seluruh masyarakat mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

"Sering kita tidak sadar dengan apa yang telah diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia. Ini sudah menjadi Sunnatullah, sudah menjadi hukum Allah kalau kita diberikan perbedaan-perbedaan itu," beber Jokowi.

Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan politik. Jokowi meminta masyarakat untuk lebih mengukuhkan hubungan antar manusia dan tidak mudah termakan hoaks.

Dia pun mengajak rakyat menyaring dengan cermat semua informasi yang bertebaran di media sosial. Hal itu sangat penting karena pada tahun politik ini, banyak isu dan kabar bohong serta fitnah disebar melalui media sosial.

Menurutnya, perbedaan politik tidak boleh sampai membuat jarak di tengah masyarakat. Dia mencontohkan, pemilihan Bupati, Wali Kota, Gubernur, bahkan Pemilihan Presiden terselenggara selama lima tahun sekali. Jangan sampai pesta demokrasi tersebut dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengadu domba satu sama lain.

"Pemilihan itu ada terus, jangan sampai semua itu membuat kita tidak bersatu, keliru besar, rugi kita nanti. Mau Pemilu ini, hoax dan berita bohong ada di mana-mana, jangan sampai dikompor-kompori. Saya sampaikan, jaga Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, kita jaga bersama-sama," papar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu pun mencontohkan soal bagaimana perang saudara terjadi di beberapa negara lain. Kondisi demikian, diakibatkan oleh perseteruan antar sesama anak bangsa, lalu meluas menjadi konflik senjata yang mengerikan.

"Karena kalau sudah ada konflik, menyelesaikannya tidak gampang. Saya berikan contoh, Afghanistan katanya porak-poranda, hampir setiap hari ada bom," tandasnya.

« April 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          

Cuaca

JSN_PAGEBUILDER_THIS_KEY_DOES_NOT_EXIST

Go to top