Pengelola Cipeucang Klaim Tidak Ada Krisis Lahan

unung sampah di TPA Cipeucang, Serpong, Kota Tangsel. unung sampah di TPA Cipeucang, Serpong, Kota Tangsel. Hendra

detaktangsel.com Serpong-Pengelola Cipeucang, di Kecamatan Serpong, Kota Tangsel lokasi yang selama ini dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah oleh masyarakat Tangsel, mengklaim jika lahan untuk menampung sampah diatas tersebut mulai mengalami krisis lahan.

Diketahui, area Cipeucang yang saat ini dijadikan TPA, di tampung diatas landfil ll. Hal ini setelah landfil pertama sudah penuh oleh tumpukan sampah hingga membentuk perbukitan sampah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Cipeucang Tain Setiawan mengatakan, sebanyak 300 ton sampah yang masuk setiap harinya itu, di tampung diatas lahan seluas 1,7 hektar. Untuk menghindari terjadinya penumpukan sampah secara cepat, pihaknya berupaya meratakan sampah tersebut dengan alat berat yang beroperasi setiap hari. "Rencananya kita akan buka landfil lll, ini untuk mengantisipasi jika landfil ll ini penuh," katanya menjelaskan kepada wartawan, kemarin.

Ditanya soal krisis lahan untuk TPA Cipeucang yang terjadi saat ini, Tain Setiawan menegaskan bahwa hal itu tidak ada. Karena, Tain Setiawan beralasan untuk penyediaan lahan, pihaknya akan berusaha membebaskan lahan milik warga yang tinggal dikawasan Cipeucang. "Saya rasa untuk krisis lahan, ngak ada. Karena kita akan membebaskan lahan-lahan milik warga. Warga pun siap untuk menjual lahannya," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Tangsel Moch Ramlie menyimpulkan bahwa TPA Cipeucang tidak akan mampu lagi menampung sampah dalam waktu kurang dari satu tahun kedepan. Untuk itu, harus ada solusi terbaik dalam mengantisipasi tumpukan sampah yang ada di Cipeucang. Karena, jika tidak ada solusi yang tepat, maka Cipeucang segera overload. "Harus ada solusi yang baik, kita di DPRD bersama pemkot akan membicarakan soal ini. Karena saya lihat, tidak sampai setahun lagi TPSA Cipeucang akan penuh," ucapnya. 

 

 

 

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online