Pulang Dari Jawa, Mat Sauni Ditemukan Meninggal Ditengah Kebun

Pulang Dari Jawa, Mat Sauni Ditemukan Meninggal Ditengah Kebun

detaktangsel.com MUARADUA - Warga sekitar Terminal Muaradua pagi ini digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki berusia lebih kurang 80 tahun, Sabtu (24/09) pagi.

Lokasi penemuan mayat adalah kebun yang digarap oleh Man (40) yang terletak dibelakang Pasar Saka Selabung Muaradua.

Saksi mata dilokasi Samsusdin (40) mengatakan bahwa orang yang pertama kali menemukan adalah Man yang akan bekerja di kebun garapannya tersebut.

Pantauan dilokasi, kerumunan warga yang ingin mengetahui kondisi mayat cukup banyak.

Diantara kerumunan warga ternyata ada salah seorang yang mengenali korban. Hamzah (35) warga Desa Cukuh Enau Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan adalah salah seorang keluarga yang bersama korban sehari sebelumnya melakukan perjalanan dari Jawa Barat menuju Muaradua.

Hamzah menuturkan bahwa dirinya bersama korban yang bernama Mat Sauni (80) juga warga Desa Cukuh Enau baru pulang dari Jawa Barat naik Bus Ranau Indah dan turun di Terminal Muaradua.

"Sekitar jam 8 pagi (Jum'at (23/09) kami turun dari bus, waktu saya selesai menurunkan barang, bapak sudah tidak kelihatan" ungkap Hamzah.

Selanjutnya Hamzah berusaha mencari korban dengan menyebarkan informasi kepada warga sekitar.

"Akhirnya pagi inilah sekitar jam 7, baru korban ditemukan sudah meninggal dunia ditengah kebun milik warga" ujarnya lega bercampur dengan kesedihan.

Hamzah juga mengungkapkan bahwa korban sudah tua dan sudah pikun.

"Kalau keluhan sepanjang perjalanan memang tidak ada dan juga tidak mempunyai penyakit tertentu sebelumnya" ungkap Hamzah.

Saat ini dikonfirmasi, Kapolres OKU Selatan AKBP Dra. Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP. Ujang Abdul Aziz melalui Kanit Pidum Ipda Dismin Hayadi di TKP membenarkan penemuan mayat tersebut.

"Saat ini masih dilakukan visum oleh dokter di Puskesma Muaradua" ungkap Dismin.

Dismin mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Kecil kemungkinan korban meninggal karena dibunuh, pasalnya selain tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, uang korban masih utuh yaitu sejumlah 768 ribu rupiah, rokok kretek, korek api dan jam tangan" paparnya.

"Jumlah uang itu terbilang masih utuh sesuai pengakukan Hamzah bahwa uang yang dibawa korban adalah 800 ribu rupiah dikurangi untuk membeli jam tangan diperjalanan" terang Kanit.

Sementara itu Dr. Rumzidi yang bertugas di UGD Puskesmas Muaradua juga mengungkapkan bahwa memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Dari hasil visum tidak ada bekas luka dan penyakit tertentu" ujar Rumzidi.

"Kemungkinan adalah karena kelelahan dan karena faktor usia sesuai pengakukan keluarga bahwa korban memang sudah pikun" terangnya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online