Batu Cincin Berharga Miliaran Rupiah Raib Saat Kontes di Tangsel

All Gemstone, salahsatu lapak batu cincin yang kehilangan batu saat mengikuti kontes yang berlangsung pada hari sabtu (22~11~2014) kemarin di pusat jajanan Pasar Kita, Pamulang, Tangsel. All Gemstone, salahsatu lapak batu cincin yang kehilangan batu saat mengikuti kontes yang berlangsung pada hari sabtu (22~11~2014) kemarin di pusat jajanan Pasar Kita, Pamulang, Tangsel.

detaktangsel.comPAMULANG - Kontes batu Cincin terbesar yang diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam rangka meriahkan HUT Kota Tangsel ke-6, sejak tanggal 14-30 Nopember 2014 di pusat jajanan 'Pasar Kita' Kecamatan Pamulang, rawan aksi pencurian.

Pasalnya, salah seorang peserta yang ikut mengkonteskan cincinnya yang berlapadzkan nama Tuhan di batu tersebut raib tak ketahuan rimbanya.

Ditemui dilokasi pada Minggu (23/11) malam, Oneil Arzano, pemilik batu cincin yang hilang dan belakangan diketahui sebagai anggota kepolisian berpangkat AKBP ini mengatakan, hilangnya batu cincin miliknya tersebut terjadi pada hari Sabtu (22/11) sore. Saat itu, menurut Oneil Arzano, batu cincin yang belum diketahui jenisnya itu tengah di konteskan di atas panggung yang berada didepan ratusan kios-kios para peserta pameran.

"Kejadiannya Sabtu kemarin, saat ikut kontes diatas panggung. Pas mau di ambil tidak ada," ungkap Oneil, yang mengaku memiliki batu yang hilang tersebut sudah dua puluh tahun ada padanya.

Oneil menuturkan, hilangnya batu miliknya itu sudah dilaporkan kepada Narji, panitia kontes yang juga salah seorang komedian kondang dijagat hiburan tanah air. Kata Oneil, hilangnya batu yang di konteskan tersebut, panitia akan bertanggung jawab dan berjanji untuk mencarinya.

"Panitia mau bertanggung jawab, mau mencari sampai ketemu. Kan hilangnya ditangan mereka," katanya.

Ditanya masalah harga terkait batu cincinnya yang hilang tersebut, Oneil mengaku bahwa dirinya tidak bisa mengira-ngira berapa nilai batu cincinnya yang hilang itu jika di rupiahkan. Sebab kata dia, batu cincin miliknya yang hilang berisi tulisan lafadz Allah lengkap dengan tazwidz nya.

"Kalau yang ada lafadz Allah dengan tulisan arab gundul, itu sekitar 1 hingga 2 miliar, kalau punya saya beda, soalnya dalam tulisan lafadz Allah, disitu dilengkapi dengan tazwidz nya," jelas Oneil.

Oneil mengatakan, saat ini dirinya menunggu tanggung jawab sepenuhnya oleh pihak panitia. Dirinya pun memberi tenggat waktu hingga acara kontes batu di Pasar Kita selesai pada 30 Nopember 2014 ini.

"Saya menunggu komitmen panitia hingga usai acara ini, jika tidak sesuai komitmen, kita akan lakukan dengan cara lain sesuai prosedur yang ada," tuntasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Muhamad saat dihubungi melalui pesan singkatnya pada Senin (24/11) mengatakan, pihaknya saat ini akan menyelesaikan masalah itu dengan jalan kekeluargaan terhadap peserta yang merasa kehilangan barang berhargany saat mengikuti kontes batu yang berlangsung di Pasar Kita.

"Kita akan selesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan," kata Muhamad singkat.

Diketahui, kontes batu cincin yang pertama dan terbesar yang ada di Tangsel tersebut di ikuti oleh puluhan kontestan penghobi batu yang datang dari dan luar kota Tangsel.
Dalam kontes tersebut, juga di jual berbagai jenis batu dari yang berharga ratusan ribu hingga miliaran rupiah.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online