Tiga Metode Ciptakan Suasana Banten Aman Dan Kondusif

 Kapolda Banten Brigjen Pol Drs M Zulkarnain MM MH Kapolda Banten Brigjen Pol Drs M Zulkarnain MM MH

detakserang.com- BANTEN, Kapolda Banten Brigjen Pol Drs M Zulkarnain MM MH berupaya menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah setempat dengan memakai tiga metode yaitu, prentif, presentif, dan respresif. Upaya tersebut dinilai cukup sederhana dan mampu menciptakan suasana aman, nyaman, serta kondusif.

Prentif, menurutnya, upaya Polda Banten dalam menjalin silahturahim antarpara tokoh masyarakat, agama, dan pemuda yang biasa disebut sambang kampung. Sedangkan presentif merupakan patroli anggota kepolisian yang dilakukan secara berkesinambungan antar Polda, Polres, dan Polsek. Adapun metode respresif sebagai upaya Polda Banten melakukan menegakan hukum mulai dari menggelar razia di zona hukum masing-masing, penangkapan, dan setiap bulan dievaluasi untuk akses kemudahan anggota kepolisian.

 MG 1866"Selama saya menjabat Kapolda Banten kurang lebih selama delapan bulan pola pendekatan saya kepada tokoh masyarakat, agama, dan pemuda dengan cara bersilahturahim. Sehingga di dalam menciptakan suasana aman dan kondusif tidak hanya mengandalkan kepolisian melainkan dengan kerja sama antarunsur masyarakat yang berada di Banten. Alhamdulilah kondisi Banten aman dan kondusif. Tidak seperti yang diisukan dan dikhawatirkan masyarakat di luar Banten. Pada faktanya hal yang diisukan itu tidak terjadi," ungkap Kapolda Banten, Senin (5/5).

Zulkarnain menjelaskan, hal tersebut terjadi dipastikan karena Ridho Allah serta silahtuhrahim antara Polda Banten dan para tokoh masyarakat tidak pernah terputus. Apalagi selama ini tali silahturahim itu sangat baik. Sehingga bisa berkomunikasi, meminta sumbang saran, serta mencari informasi dengan para tokoh masyarakat agar.

"Kita bisa tahu apa yang diinginkan masyarakat Banten kepada kepolisian. Karenanya, selama saya menjabat Kapolda Banten tidak ada kendala yang signifikan, mulai dari proses penyidikan serta proses penegakan hukum," ujarnya.

Menurutnya, tidak pernah ada masalah dan kendala. Untuk mengantisipasi dan menciptakan keamanan di Banten, pihaknya harus tahu karateristik kerawanan daerah Banten. Sehingga dari fakta-fakta analisis atau ancaman gangguan, faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejahatan dan tempat kejadian yang masuk dalam daerah rawan kejahatan. Untuk itu, Polda Banten berupaya melakukan antisipasi terjadi tindakan kejahatan yang mengancam masyarakat dengan cara berpatroli di titik rawan kejahatan.

Kapolda mengimbau seluruh masyarakat Banten agar mematuhi peraturan yang ada. Mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, bisa tercipta keamanan dan kenyamanan di daerah Banten.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, ia menandaskan, masyarakat Banten tidak bisa selalu mengandalkan kepolisian. Dalam hal ini partisipasi masyarakat menjaga keamanan sangat diperlukan dan bisa dilakukan mulai dari lingkungan masing-masing warga.

"Saya jamin keamanan dan suasana kondusif akan terbangun," katanya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online