PPDB di Tangsel Kerap Timbulkan Persoalan, Komisi ll Sarankan Ini ke Dindikbud

PPDB di Tangsel Kerap Timbulkan Persoalan, Komisi ll Sarankan Ini ke Dindikbud

detaktangsel.com SETU--Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Tangsel, kerap menimbulkan persoalan pasca PPDB tersebut di gelar.

Agar persoalan pasca PPDB tidak timbul, Komisi ll DPRD Kota Tangsel menyarankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) setempat, menginventarisir sekolah terutama sekolah SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang memiliki jumlah siswa sedikit.

"Tamatan SD dan MI itu sekitar 24 ribuan, daya tampung SMP negeri sekitar 7000an. Maka kami menyarankan agar sekolah yang kekurangan murid, supaya ditingkatkan menjadi sekolah negeri," kata Ketua Komisi ll DPRD Kota Tangsel, Sukarya, Kamis (28/5/2020).

Politisi partai Golkar itu juga sebutkan, saat ini untuk SMP Negeri di kecamatan-kecamatan yang ada di Tangsel, masih jauh dalam memenuhi sistim zonasi sekolah. Dimana, ada satu kecamatan hanya ada satu SMP Negeri. Ada juga yang satu kelurahan terdapat dua SMP Negeri.

"Dengan sistem zonasi itu kan jadi kacau balau, masyarakat merasa bahwa kalaupun beda kecamatan tapi kan zonasinya deket, karena adanya zonasi itu, masyarakat yang berada dekat dengan sekolah, bisa masuk ke sekolah itu," ujarnya.

Sukarya berharap, PPDB untuk tingkat SMP yang akan berlangsung pada Juni mendatang, tidak lagi menimbulkan persoalan bagi masyarakat.

"Jadi komisi ll berharap PPDB tahun ini, tidak ada lagi persoalan yang timbul di masyarakat," tandasnya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online