Banten Siap Salurkan BOS 2014 Meski Terlambat

Banten Siap Salurkan BOS 2014 Meski Terlambat

detakserang.com- SERANG, Dunia pendidikan di Banten bisa bernapas lega meski dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2014 terlambat cair. Seharusnya Januari lalu, kini sudah mengucur.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten Hudaya Latuconsina membenarkan pencairan dana bantuan pendidikan tersebut mengalami keterlambatan.

Tersendatnya penyaluran BOS gara-gara belum ada surat keputusan (SK) Gubernur Ratu Atut Chosiyah. Sebagaimana diketahui, jatah dana BOS Banten pada 2014 sebesar Rp1003,714,630,000 pada triwulan I. Dana ini akan disalurkan sebesar Rp251,086,222,500. Dan, diperuntukkan untuk SD se-Banten yang terdiri atas 1.201.508 siswa sebesar Rp174,253,750,000.

Sedangkan siswa SMP se-Banten, tambahnya, sebanyak 432.828 siswa sebesar Rp 76,832,472,500. Adapun SK tentang penetapan alokasi dana BOS Banten 2014 bernomor 978.6/Kep.13-Huk/2014 sudah diteken Gubernur Banten di rumah tahanan, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu (29/1) lalu. Karena membutuhkan proses yang panjang, maka pencairannya mengalami keterlambatan.

"Semua pihak dan kepala sekolah memaklumi keterlambatan ini," kata Hudaya, Selasa, (18/2).

Ia menjelaskan, surat perintah pencairan dana (SP2D) dana BOS 2014 sudah terbit. Sehingga dana BOS triwulan I sudah bisa disalurkan ke sekolah-sekolah. Karena setelah SP2D terbit, dana BOS telah masuk ke kas daerah. Dari kas daerah langsung disalurkan ke rekening sekolah-sekolah.

"Besok lusa dana BOS sudah bisa dicairkan pihak kepala sekolah," katanya.

Hudaya mengimbau kepala sekolah dalam menggunakan dana BOS harus sesuai dengan rencana kerja anggaran sekolah (RKAS). Berdasarkan evaluasi, selama ini masih banyak kepala sekolah yang ditemukan menggunakan dana BOS tidak sesuai yang tertera dalam RKAS.

"Kami juga meminta dalam menggunakan dana BOS ini harus sesuai dengan juklak dan juknis BOS yang telah diatur," ujarnya.

Sementara itu, Manager Operasional BOS Tingkat Provinsi Banten Aep Djunaedi mengatakan, pihaknya meminta kepala sekolah penerima BOS agar segera melaporkan realisasi penyaluran BOS yang tercantum dalam format K-9. Karena saat ini masih banyak di daerah yang belum melaporkan format K-9 ke manajemen BOS Provinsi.

Laporan realisasi penyaluran dana BOS itu, ia mengatakan, akan dibawa ke dalam rakor nasional. Untuk SD dilaksanakan di Yogjakarta, Rabu (26/2) dan SMP di Bandung, Senin (24/2). (gan)

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online