Gedung Hantu' Di Bintaro Bakal Di Robohkan Minggu Depan

gedung tua di bintaro yang akan di robohkan minggu depan gedung tua di bintaro yang akan di robohkan minggu depan

detaktangsel.com CIPUTAT -- Gedung tua dikawasan Bintaro Sektor Vll, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang terdiri dari 21 lantai, rencananya bakal dirobohkan.

Pembongkaran bangunan yang di juluki 'gedung hantu' itu, dijadwalkan akan dilakukan minggu depan.

Ihwal rencana pembongkaran gedung tua yang belakangan ketahui milik Bank Panin ini, disampaikan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, di Gedung Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga, Kecamatan Ciputat, Senin (5/9).

"Minggu ini, surat-surat dokumen selesai, kalau tidak ada persoalan minggu depan akan kita bongkar," ungkap Airin.

Airin mengatakan, pihaknya sudah selesai melakukan proses surat menyurat, sehingga minggu depan kalau tidak ada halangan akan dilakukan pembongkaran.

Namun, sebelum pembongkaran dilakukan, sosialisasi perlu dilakukan kepada warga sekitar yang berdampak langsung akibat proses pembongkaran, terutama gangguan bising, getaran dan lalu lintas.

Adi Yudanto, Project Manager PT Wahana, kontraktor pelaksana pembongkaran gedung Bank Panin menjelaskan, gedung itu dibangun dengan konstruksi khusus, yang memungkinkan gedung runtuh secara progresif. Sehingga, yang berada di sekitarnya tidak perlu khawatir gedung akan runtuh ke berbagai arah.

"Namun getaran yang besar, kebisingan hingga debu tidak bisa dihindari, kami berupaya meminimalkan semua ganguan itu. Inilah yang harus disosialisasikan kepada warga yang berada di sekitar gedung. Apalagi perobohan berlangsung beberapa hari," katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Mukkodas Syuhada mengungkapkan, pembongkaran gedung antara lain, harus dilakukan dari atas ke bawah jika dilakukan secara manual. Namun pada kasus ini, pembongkaran dilakukan dari bawah hingga akhirnya menyebabkan sebagian bangunan runtuh.

Masalahnya, di Indonesia ternyata belum ada kontraktor atau penyedia jasa pembongkaran gedung yang bersertifikat.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Konstruksi Indonesia Zali Yahya menyatakan, belum adanya penyedia jasa konstruksi yang memiliki sertifikat pembongkaran disebabkan kota-kota di Indonesia belum termasuk kota tua sehingga pembongkaran gedung tinggi belum banyak dilakukan.

"Kita belum memiliki penyedia jasa konstruksi tersebut," tandasnya.

Go to top

Copyright ¬© 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online