Diperkirakan Baru 10 Persen SMA/SMK Di Tangsel Yang Siap Melaksanakan UNBK

detaktangsel.com SERPONG – Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan memperkirakan kesiapan sekolah tingkat SMA dan SMK dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun Ajaran 2015/2016 baru berkisar 10 persen. Kondisi tersebut, menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Tangsel Sri Doyo, dikarenakan beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan cukup banyak.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Sri Doyo dalam kesempatan khusus kepada detaktangsel.com, Rabu (18/11/2015) mengungkapkan, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) merupakan kelanjutan dari program Computer Based Test (CBT) yang diberlakukan tahun lalu. "CBT kan bahasa asing. Jadi, maksudnya untuk menasionalkan . Yang pasti, UNBK dibuat seperti CBT yang dilengkapi menuju tahap penyempurnaan," ungkap Sri Doyo, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

Menurut Sridoyo, terkait dengan UNBK tersebut, pihak Dinas Pendidikan baru satu kali di undang sosialisasi pihak Kementerian Pendidikan. "Yang sempat kami dengar, UNBK itu dimaksudkan untuk efisiensi dan menghilangkan resiko kebocoran (soal ujian). Sehingga saya pikir dengan UNBK bisa dikatakan zero kebocoran," imbuh Sri Doyo.

Resiko kebocoran soal ujian, sebagaimana dijelaskan Sridoyo, bahwa setiap anak (pelajar) yang satu dengan lainnya mengerjakan soal yang berbeda-beda, karena variatif soal/materi ujian itu jumlahnya banyak. Sri Doyo mencontohkan, bila soal hanya tiga jenis saja, maka bisa menjadi tiga faktorial, yakni 3 x 3 = 6 jenis soal.. "Apalagi bila soalnya sampai 10, maka akan menjadi banyak jenis soal-nya. Karena itu, kemungkinan anak bertanya itu, rasanya tidak mungkin. Dengan demikian diharapkan menghasilkan kelulusan yang kredibel (credible)," jelasnya.

Sementara itu, menurut Sri Doyo, kesiapan sekolah-sekolah di Kota Tangerang Selatan untuk melaksanakan UNBK masih dalam tahap verifikasi. "Yang pasti, kalau sekolah itu peserta ujjiannya 300 anak, maka harus dipersiapkan 100 PC plus cadangan PC sebanyak 5 persen, untuk jaga-jaga bila ada PC yang rusak bisa digantikan. Selain itu, harus ada internet, harus ada server, dan harus ada Genset (Generator Set). Itu menjadi tugas tim verifikasi untuk memastikan kesiapan dan kelayakan," papar Kabid Dikmen.

Sri Doyo berkeyakinan, sekolah-sekolah (SMA dan SMK) yang siap melaksanakan UNBK jumlahnya cukup banyak. "Diperkirakan mencapai 10 persen SMA dan SMK siap melaksanakan UNBK," pungkasnya.

« April 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          

Cuaca

JSN_PAGEBUILDER_THIS_KEY_DOES_NOT_EXIST

Go to top